Breaking News:

Pilkada Surabaya 2020

Update Hasil Pilkada Surabaya 2020: Paslon 01 Unggul di Kampung Halaman Armuji

Hasil real count di TPS 21 Ngagel Mulyo, Wonokromo, Kota Surabaya, Paslon Nomor Urut 01 Eri Cahyadi-Armuji unggul

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Luhur Pambudi
Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) 21 Ngagel Mulyo, Wonokromo, Kota Surabaya, M Asrori Alvin menyegel kotak suara pasca real count di TPS 21, Rabu (9/12/2020). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Hasil Pilkada Surabaya berdasar data real count di TPS 21 Ngagel Mulyo, Wonokromo, Kota Surabaya, dalam Pilwali Surabaya 2020, Paslon Nomor Urut 01 Eri Cahyadi-Armuji unggul 156 suara.

TPS 21, merupakan tempat Calon Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji mencoblos.

Sedangkan, Paslon Nomor Urut 02, Mahfud Arifin-Mujiaman memperoleh 65 suara.

Artinya, total surat suara yang sah hasil rekapitulasi jumlah suara kedua paslon sejumlah 221 suara.

Sedangkan, surat suara yang tidak sah, tercatat berjumlah 10 surat suara. Sehingga jumlah keseluruhan hasil perhitungan suara sah maupun tidak sah, sejumlah 231 suara.

Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) 21 Ngagel Mulyo, M Asrori Alvin mengatakan, bahwa hasil rekapitulasi suara itu telah dinyatakan sah dengan dibubuhi paraf petugas KPPS beserta saksi dari kedua paslon.

"Dan semua berkas kertas plano sudah diisi semua," katanya, seraya menunjukkan hasil tulisan angka pada kertas plano kepada awak media, Rabu (9/12/2020).

Proses rekapitulasi suara di TPS 21 telah dinyatakan selesai sekitar pukul 15.00 WIB. Berdasarkan catatan daftar hadir panitia, tingkat partisipasi pemilih di kawasan Ngagel Mulyo, sekitar 70%.

"Dari dulu partisipasi warga di sini sangat besar karena jumlah yang ikut dalam daftar hadir itu hampir 70%," jelasnya.

Baca juga: Update Pilkada Surabaya, Paslon Nomor Urut 1 Unggul Telak di Tempat Eri Cahyadi Nyoblos

Baca juga: Pilwali Surabaya 2020, Inilah Hasil Rekapitulasi di TPS Machfud Arifin

Sementara itu mengenai adanya 10 surat suara yang dikategorikan tidak sah, menurut Alvin, bahwa hal itu kebanyakan disebabkan oleh pemilih melakukan pencoblosan pada kedua kolom gambar paslon.

"10 surat suara tidak sah itu karena mencoblos dengan dua paslon," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved