Berita Pamekasan
Hujan Deras dan Angin Kencang, Rumah Warga Kabupaten Pamekasan Ini Roboh
Rumah berdinding anyaman bambu dan berpenyangga atap kayu ini, tampak rata dengan tanah.
Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.CO.ID, PAMEKASAN - Rumah milik Salami, warga Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, Madura roboh diterpa hujan deras yang disertai angin kencang, Kamis (26/11/2020) sekitar pukul 19.00 WIB.
Rumah yang roboh itu milik Salami, warga setempat.
Rumah berdinding anyaman bambu dan berpenyangga atap kayu ini, tampak rata dengan tanah.
Genting batu merah yang sebelumnya menjadi atap rumah milik Salami tersebut, langsung hancur berantakan.
Hingga Jumat (27/11/2020) sore, personil Bhabinkmatibmas Desa Plakpak, Bripka Abd Hamid bersama warga setempat masih memungut puing-puing robohan rumah milik Salami itu.
Bhabinkamtibmas Desa Plakpak Pamekasan, Bripka Abd Hamid menjelaskan kronologi robohnya rumah milik warga setempat tersebut.
Sewaktu terjadi hujan deras yang disertai angin kencang, pemilik rumah sedang melakukan salat Isya di dalam rumahnya.
Kemudian, pemilik rumah bersama ketiga anaknya mendengar suara genting rumahnya jatuh satu per satu.
Sontak, pemilik rumah bersama ketiga anaknya tersebut, bergegas keluar rumah, karena khawatir rumah mereka akan roboh.
Tak berselang lama pemilik rumah dan keluarganya keluar dari dalam rumahnya, rumah yang terbuat dari anyaman bambu ini seketika itu juga langsung ambruk.
“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Tapi pemilik rumah mengalami kerugian sekitar Rp 15 juta hingga Rp 20 juta rupiah," kata Bripka Abd Hamid, Jumat (27/11/2020).
Sementara itu, Kapolsek Pegantenan Pamekasan, AKP H Junaidi mengatakan, saat pihaknya menerima laporan dari masyarakat setempat yang memberi kabar ada rumah roboh karena diterpa hujan deras yang disertai angin kencang itu, ia langsung memerintahkan kepada Bhabinkamtibmas untuk mengecek dan memastikan adanya peristiwa tersebut.
Berdasarkan informasi, rumah milik Salami yang terbuat dari anyaman bambu atau berek itu, sebelumnya memang sudah dalam kondisi miring dan tampak reyot.
Sehingga, saat diterpa hujan deras yang disertai angin kencang, rumahnya langsung roboh.
Beruntung, sebelum rumah tersebut roboh, pemilik rumah beserta keluarganya terlebih dahulu keluar, sehingga tidak ada korban jiwa dalam peristiwa bencana alam ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/membersihkan-puing-puing-rumah-yang-roboh-milik-salami.jpg)