Breaking News:

Berita Gresik

Pensiun Dini dari Pramugari, Wanita Gresik Ini Malah Raup Omzet Rp 40 Juta dari Berjualan Mie

Tak disangka, tiga bulan terakhir berjualan mie, ia meraup omzet rata-rata Rp 40 juta sampi Rp 50 juta per bulan

Penulis: Sugiyono | Editor: Deddy Humana
surya/mochamad sugiyono
Siqoh Ulya (kiri) menyiapkan menu mie di kedai Pawon Mie di depan Kantor BRI Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Rabu (25/11/2020). 

URYA.CO.ID, GRESIK - Ibarat langit dan bumi, perubahan karier yang dilalui Siqoh Ulya (25), wanita asal Desa Sukorejo Kecamatan Bungah Gresik, begitu jauh berbeda.

Saat masih menjadi pramugari, ia bisa 'beterbangan' ke berbagai belahan bumi, dan sekarang saat kembali membumi malah meraup pemasukan yang jauh lebih besar, dari berjualan mie!

Empat tahun menjadi pramugari di sebuah maskapai penerbangan terkemuka nasional, seakan sudah dilupakan Siqoh. Rabu (25/11/2020), perempuan berjilbab itu tampak sibuk, tetapi asyik mengolah mie untuk disajikan kepada pembeli di kedainya, 'Pawon Mie' di depan Kantor BRI Kecamatan Bungah Gresik.

Pelanggan tampak antre membeli, seperti menjadi bukti bahwa keputusan Siqoh banting setir ke dunia kuliner memang tepat. Saat kembali ke Gresik, ia membuka kedai seluas 2 x 1,5 meter persegi untuk berjualan makanan. Tak disangka, tiga bulan terakhir berjualan mie, ia meraup omzet rata-rata Rp 40 juta sampi Rp 50 juta per bulan.

Siqoh mengaku tidak malu berjualan mie di pinggir jalan. Dan ia tidak menyesal pensiun dini dari pekerjaan pramugari demi menekuni profesi barunya.

"Sebab berjualan mie bisa mengisi waktu dan membantu meningkatkan ekonomi keluarga di masa pandemi Covid-19. Saya juga tipe wanita yang tidak bisa diam di rumah, karena sudah menikah dan punya anak," kata Siqoh sambil mempersiapkan menu untuk pembeli.

Siqoh memilih membuka usaha padahal banyak tawaran bekerja kantoran seperti menjadi instruktur di penerbangan Keputusannya menekuni usaha makanan diambil demi tanggung jawabnya sebagai ibu rumah tangga.

"Pernah ada tawaran kerja di kantor atau jadi instruktur di penerbangan, tetapi suami melarang. Karena tanggung jawab saya sekarang adalah di rumah dan mengurus anak," imbuhnya.

Sebagai wanita kreatif, Siqoh terus memutar otak agar tetap produktif tanpa melupakan kewajibannya sebagai ibu rumah tangga. Berbagai usaha pun dicoba, termasuk membuka usaha rias dan jual baju. Tetapi passion pada usaha kuliner lebih kuat.

"Sekarang saya memilih terjun ke dunia kuliner, dengan berjualan membuka kedai bernama Pawon Mie ini. Semoga bisa membantu masyarakat untuk makan bersama di rumahnya," katanya.

Menurutnya, pengalamannya selama empat tahun sebagai pramugari membuatnya cukup piawai melayani pelanggan. Sehingga banyak masyarakat yang menjadi pelanggan di warungnya.

"Alhamdulillah, sekarang menemukan pekerjaan yang sesuai passion. Kenapa bisa passion, karena berdagang itu bisa bertemu orang banyak, orang baru. Sama seperti saat masih terbang dulu. Bedanya dulu dari antar kota sampai luar negeri, sekarang diam di satu tempat," katanya.

Seiring waktu, kedai Pawon Mie Bungah yang dirintis Siqoh mulai dikenal warga. Menunya andalannya adalah siomay, Mie Original, Mie Teriak, Mie Ayam Cincang, dan Pentol Mercon. Harganya pun bervariasi, mulai Rp 2.000 sampai Rp 10.000.

"Alhamdulillah selama tiga bulan ini, omzet rata-rata sekitar Rp 40 Juta sampai Rp 50 Juta," katanya. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved