Kamis, 23 April 2026

Apotek Online Lifepack

LIFEPACK: Beda Virus dan Bakteri Beserta Ciri-cirinya, Simak Cara Pencegahan dan Pengobatannya

Simak perbedaa virus dan bakteri beserta ciri-cirinya, lengkap dengan cara pencegahan dan pengobatannya.

Penulis: Alif Nur Fitri Pratiwi | Editor: Adrianus Adhi
Freepik by wirestock
Ilustrasi bakteri, simak perbedaannya dengan virus beserta ciri-cirinya 

SURYA.CO.ID - Simak perbedaan virus dan bakteri beserta ciri-cirinya, lengkap dengan cara pencegahan dan pengobatannya.

Melansir Lifepack, virus dan bakteri merupakan penyebab infeksi dan penyakit seperti cacar, flu, gondong, hingga keputihan.

Namun, tahukah Anda perbedaan antara virus dan bakteri?

Dari segi ukuran, virus dan bakteri sama-sama termasuk mikroorganisme atau organisme yang sangat kecil.

Keduanya sama-sama menimbulkan kerugian bagi tubuh, namun tetap ada perbedaan antara virus dan bakteri.

Berikut ini pengertian serta cara pengobatan infeksi yang disebabkan oleh virus dan bakteri dilanisr dari apotek online Lifepack.

Ilustrasi virus, simak perbedaannya dengan bakteri beserta ciri-cirinya
Ilustrasi virus, simak perbedaannya dengan bakteri beserta ciri-cirinya (Freepik by ksandrphoto)

Bakteri

  • Bakteri merupakan mikroorganisme (organisme kecil) yang terdiri atas sel tunggal. Bakteri ini memiliki bentuk yang beragam dan fitur struktural.
  • Bakteri dapat tumbuh diberbagai tempat, termasuk tubuh manusia
  • Keberadaan bakteri telah tercatat sejak 3.5 miliar tahun yang lalu dan dapat bertahan pada suatu lingkungan ekstrim, seperti suhu yang sangat panas ataupun sangat dingin.
  • Bakteri yang berbahaya dan menimbulkan infeksi pada manusia disebut dengan bakteri patogen.
  • Sementara, bakteri ada yang tidak berbahaya bagi tubuh manusia. Sebagai contoh, bakteri yang hidup dalam usus manusia dan berperan dalam proses pencernaan.
  • Beberapa contoh infeksi yang disebabkan bakteri diantaranya radang tenggorokan, tuberkulosis, dan infeksi saluran kemih.

Virus

  • Sementara, virus juga memiliki bentuk yang beragam. Hanya saja, dilihat dari segi ukuran, virus jauh lebih kecil daripada bakteri.
  • Tidak hanya ukuran, perbedaan lain antara virus dan bakteri yaitu virus membutuhkan inang. Virus hanya bisa berkembang biak apabila menempel pada inang yang berupa sel atau jaringan hidup. Jika tidak berada pada sel inang, virus hanyalah benda tidak hidup.
  • Bergantungnya virus pada inang untuk berkembang biak inilah yang membuat virus bersifat parasit. Dimana, fungsi sel inang diambil alih untuk mereplikasi tubuhnya sendiri lebih banyak.
  • Beberapa jenis virus membunuh sel inang sebagai cara untuk berkembang biak.
  • Virus bersifat lebih tegas saat menyerang bagian sel. Misalnya, salah satu virus menyerang sel hari, virus lainnya menyerang sistem pernapasan. Ada juga jenis virus yang menyerang sel darah.
  • Beberapa contoh penyakit yang disebabkan oleh virus diantaranya Covid-19, AIDS, flu,dan masih banyak lagi.

Dampak Infeksi Virus dan Bakteri

Meski berbeda dalam segi ciri-cirinya, namun infeksi virus dan bakteri memiliki gejala yang sama.

Misalnya, bersin, batuk, demam, radang, dan lainnya. Adanya gejala tersebut sebagai upaya sistem kekebalan tubuh dalam merespon serangan virus dan bakteri.

Baik virus dan bakteri juga sama-sama bersifat menular. Beberapa jenis virus dan bakteri dapat menular melalui kontak langsung dengan penderita atau hubungan seksual.

Selain itu, penularan virus dan bakteri juga bisa melalui makanan atau air yang terkontaminasi.

Seseorang yang tertular pun akan mengalami efek yang sama yaitu infeksi. Jenis infeksi bakteri dan virus bermacam-macam.

Ada yang ringan hingga kronis, berlangsung lama, sementara, hingga seumur hidup.

Bagaimana Cara Menentukan Infeksi Penyakit oleh Bakteri atau Virus?

Mengingat gejala penyakit akibat infeksi bakteri dan virus yang mirip, terkadang sulit untuk mengidentifikasinya sendiri.

Untuk menentukannya, hubungilah dokter untuk mendiagnosis penyebab dari infeksi tersebut. Bahkan, dokter pun akan mengalami kesulitan untuk menentukan penyebab penyakitnya.

Misalnya saja penyakit pneumonia, meningitis, dan diare yang memungkinkan disebabkan oleh virus maupun bakteri.

Nah, untuk mengetahui lebih detail, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan lanjutan, seperti menanyakan riwayat medis yang dimiliki pasien dan pemeriksaan fisik untuk memastikan diagnosis pasien.

Jika perlu, dokter akan meminta pasien melakukan tes darah atau tes urin. Bahkan, dalam beberapa kasus, diperlukan tindakan biopsi yaitu pengambilan sampel jaringan untuk diperiksa di laboratorium.

Dengan demikian, serangkaian pemeriksaan akan menunjukkan bukti bahwa infeksi penyakit disebabkan oleh bakteri atau virus.

Pengobatan Berdasarkan Hasil Diagnosis

Pengobatan diberikan berdasarkan hasil diagnosisnya. Apabila penyakit tersebut disebabkan oleh bakteri, maka diberikan obat antibiotik.

Obat ini digunakan untuk menghentikan perkembangbiakan bakteri. Faktanya, seringkali antibiotik diberikan pada pasien yang terinfeksi virus.

Padahal, antibiotik tidak efektif untuk melawan virus. Justru, pengobatan yang berlebih ini akan membuat tubuh kebal terhadap antibiotik, sehingga ketika terinfeksi bakteri akan lebih sulit terobati.

Bagaimana dengan obat virus? Sebenarnya, tidak ada pengobatan khusus untuk mengatasi infeksi virus.

Sebab, sistem imun akan berusaha mengalahkannya sendiri. Kalaupun dokter memberikan obat, bukan untuk membunuh virus, melainkan meredakan gejalanya.

Misalnya, ibuprofen untuk meredakan nyeri dan demam. Meski demikian, tetap ada obat tertentu untuk menghentikan siklus hidup virus, contohnya valacyclovir untuk mengatasi infeksi virus Herpes.

Menurut tim dokter Lifepack, dokter Irma Lidia, obat antivirus bertujuan untuk meminimalisir gejala dan infektivitas.

“Kebanyakan infeksi virus sembuh secara spontan pada individu yang imunokompeten. Namun ada juga obat antivirus/antiviral untuk beberapa infeksi virus tertentu, obat tersebut bertujuan untuk meminimalkan gejala dan infektivitas serta mempersingkat durasi penyakit,

“Berbeda dengan antibiotik yang bekerja menghancurkan/menonaktifkan bakteri, obat antivirus bekerja dengan cara menghambat replikasi virus dengan harapan menekan viral load dan menunggu mekanisme bawaan tubuh untuk menetralkan virus atau menghambat virus masuk ke sel host,

Namun karena virus bersembunyi dalam sel kita karena itu sulit untuk menemukan target obat yang mengganggu replikasi virus tanpa juga merugikan sel inang,” tambahnya.

Pencegahan

Baik infeksi virus dan bakteri sama-sama dapat teratasi dengan baik, apabila tubuh dalam keadaan fit atau sehat.

Oleh karena itu, biasakan menjalani pola hidup sehat seperti olahraga rutin dan mengonsumsi makanan bernutrisi atau suplemen dan vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh.

Konsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai kesehatan melalui aplikasi Lifepack, Anda juga bisa menebus obat bebas antre.

Unduh sekarang juga melalui Google Play Store maupun App Store sekarang juga.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved