Breaking News:

Penjelasan Ustadz Abdul Somad Tentang Hukum Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW

Bulan Rabiul Awal dikenal sebagai bulan Maulid atau bulan peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW Lantas apa hukum memperingati Maulid Nabi Muhammad.

Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Musahadah
Youtube Taman Surga
Ilustrasi - Ustadz Abdul Somad (UAS) 

Penulis: Pipit | Editor: Musahadah

SURYA.co.id - Bulan Rabiul Awal dikenal sebagai bulan Maulid atau bulan peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Nabi Muhammad SAW lahir pada 12 Rabiul Awal tahun gajah.

Di bulan Rabiul Awal, umat Islam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan berbagai cara salah satunya membaca shalawat bersama-sama.

Lantas apa hukum memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW? Simak penjelasan Ustadz Abdul Somad berikut ini.

Melansir Pos Kupang (Grup SURYA.co.id) berjudul Ceramah Ustadz Abdul Somad Soal Maulid Nabi Muhammad SAW Apa Hukum Memperingati Maulid Nabi Muhammad,

Ustadz Abdul Somad dalam buku 37 Masalah Populer mengatakan, dalam Fatâwa al-Azhar dinyatakan oleh Syekh ‘Athiyyah Shaqar bahwa menurut Imam al-Suyuthi, al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalani dan Ibnu Hajar al-Haitsami memperingati maulid nabi itu baik, meskipun demikian mereka mengingkari perkara-perkara bid’ah yang menyertai peringatan maulid.

Pendapat mereka ini berdasarkan kepada firman Allah Swt dalam al Quran Surah Ibrahim ayat 5.

1.

Imam an-Nasa’i, Abdullah bin Ahmad dalam Zawâ’id al-Musnad, al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Îmân dari Ubai bin Ka’ab meriwayatkan dari Rasulullah Saw bahwa Rasulullah Saw menafsirkan kalimat Ayyâmillah sebagai nikmat-nikmat dan karunia Allah Swt.

Dengan demikian maka makna ayat ini: “Dan ingatkanlah mereka kepada nikmat-nikmat dan karunia Allah”.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved