Breaking News:

Hukum Maulid Nabi 9 Rabiul Awal atau 12 Rabiul Awal? Ini Penjelasan Ustadz Abdul Somad

Apa hukum maulid nabi atau peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW setiap bulan Rabiul Awal? Simak penjelasan Ustadz Abdul Somad (UAS)

Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Adrianus Adhi
SURYA.co.id/Istimewa
Ilustrasi - Sejarah Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 

Penulis: Pipit | Editor: Adrianus Adhi

SURYA.co.id - Apa hukum maulid nabi atau peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW setiap bulan Rabiul Awal? Simak penjelasan Ustadz Abdul Somad (UAS) berikut ini.

Peringatan Maulid Nabi atau Muludan dalam istilah Jawa, dilakukan umat Islam di bulan Rabiul Awal (penanggalan hijriyah). Ini karena kelahiran nabi disepakati ulama pada 12 Rabiul Awal Tahun Gajah.

Meski begitu terdapat pendapat ulama lain, jika Nabi Muhammad SAW lahir pada 9 Rabiul Awal. Hal tersebut bukan sebuah masalah mengingat peringatan Maulid Nabi biasanya dilakukan umat Islam kapan saja selama bulan Rabiul Awal.

Lantas bagaimana hukumnya memperingati maulid nabi? Berikut pandangan ulama Islam yang dijelaskan Ustadz Abdul Somad.

Melansir Pos Kupang (Grup SURYA.co.id) berjudul Ceramah Ustadz Abdul Somad Soal Maulid Nabi Muhammad SAW Apa Hukum Memperingati Maulid Nabi Muhammad,

Ustadz Abdul Somad dalam buku 37 Masalah Populer mengatakan, dalam Fatâwa al-Azhar dinyatakan oleh Syekh ‘Athiyyah Shaqar bahwa menurut Imam al-Suyuthi, al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalani dan Ibnu Hajar al-Haitsami memperingati maulid nabi itu baik, meskipun demikian mereka mengingkari perkara-perkara bid’ah yang menyertai peringatan maulid.

Baca juga: Jadwal Puasa Sunnah Rabiul Awal 1442 H atau Bulan Maulid Nabi Lengkap Bacaan Niat dan Doa Buka Puasa

Ilustrasi - Sejarah Maulid Nabi Muhammad SAW
Ilustrasi - Sejarah Maulid Nabi Muhammad SAW (SURYA.co.id)

Pendapat para ulama ini berdasarkan kepada firman Allah Swt dalam al Quran Surah Ibrahim ayat 5.

1.

Imam an-Nasa’i, Abdullah bin Ahmad dalam Zawâ’id al-Musnad, al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Îmân dari Ubai bin Ka’ab meriwayatkan dari Rasulullah Saw bahwa Rasulullah Saw menafsirkan kalimat Ayyâmillah sebagai nikmat-nikmat dan karunia Allah Swt.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved