Mewahnya Rumah Mertua Jenderal Andika Perkasa yang Jarang Disorot, Koleksi Mahal Terpajang
Intip mewahnya rumah mertua Jenderal Andika Perkasa, Jenderal Purnawirawan AM Hendropriyono. yang jarang disorot.
Penulis: Arum Puspita | Editor: Iksan Fauzi
Penulis; Arum ~ Editor: Iksan Fauzi
SURYA.co.id - Intip mewahnya rumah mertua Jenderal Andika Perkasa yang jarang disorot.
Seperti diketahui, Jenderal Andika Perkasa merupakan menantu dari Jenderal Purnawirawan AM Hendropriyono.
Sementara istri Jenderal Andika Perkasa, Diah Erwiany (Hetty) adalah putri Jenderal Purn AM Hendropriyono yang dikenal ramah, dan dekat dengan keluarga.
Hal ini terlihat dari potret kebersamaannya bersama suami, ayah, ibu, dan adiknya yang diunggah di media sosial.
Lewat unggahan di akun Instagram Diaz Hendropriyono, tampak pula potret rumah ayahnya, AM Hendropriyono.
Penasaran? Berikut potret rumah mertua Jenderal Andika Perkasa dilansir dari akun Instagram @diaz.hendropriyono.
Potret Ruang Tamu
Pada bagian ruang tamu, terlihat mencolok kesan mewah dan berkelas.
Terdapat hiasan berbentuk kepala rusa yang dipajang di dinding.
Terdapat pula sofa kayu yang ditata rapi.
Sementara di sisi sebelah kiri foto, tampak tangga untuk naik ke lantai atas.
Potret Ruang Makan
Selain ruang tamu, Diaz Hendropriyono juga sempat memperlihatkan ruang makan di rumah tersebut.
Ruang makan di rumah tersebut juga tampak besar.
Terdapat lukisan wajah keluarga besar yang dipajang di dinding.
Uniknya, di ruang makan tersebut terdapat bendera merah putih serta beberapa hiasan yang ditata rapi di almari berisi koleksi gelas dan pernak-pernik yang terbuat dari kaca.
Biodata AM Hendropriyono
Melansir dari laman Wikipedia, Abdullah Mahmud Hendropriyono lahir di Yogyakarta 7 Mei 1945.
Pria yang kerap disapa A.M Hendropriyono ini seorang tokoh intelijen dan militer Indonesia.
Ia menjadi Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) pertama, dan dijuluki the master of intelligence.
Sebab, dirinya menjadi Profesor di bidang Ilmu Filsafat Intelijen pertama di dunia.
Ia juga pernah menjadi Menteri Transmigrasi dan Pemukiman Perambah Hutan dalam Kabinet Pembangunan VII dan Kabinet Reformasi Pembangunan dari tahun 1998 hingga 1999.
Ia menjadi Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) dari tanggal 27 Agustus 2016 hingga 13 April 2018.
Riwayat Pendidikan
- SR Muhammadiyah, Kemayoran, Jakarta
- SR Negeri Jalan Lematang, Jakarta.
SMP Negeri V bagian B (Ilmu Pasti) di Jalan Dr. Sutomo, Jakarta.
SMA Negeri II bagian B (Ilmu Pasti) di Jalan Gajah Mada, Jakarta.
Pendidikan Militer
- Sarjana dalam bidang administrasi dari Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Negara (STIA-LAN)
- Sarjana Hukum dari Sekolah Tinggi Hukum Militer (STHM)
- Sarjana Ekonomi dari Universitas Terbuka (UT) Jakarta
- Sarjana Teknik Industri dari Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), Bandung.
- Magister administrasi niaga dari University of the City of Manila, Filipina
- Magister di bidang hukum dari STHM dan pada bulan Juli 2009
- Doktor filsafat di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dengan predikat Cum Laude.
Pada 7 Mei 2014, ia dikukuhkan sebagai guru besar di bidang ilmu Filsafat Intelijen dari Sekolah Tinggi Intelijen Negara.
Ia menjadi satu-satunya dan pertama di dunia yang menjadi Guru Besar Intelijen.
Atas gelar ini, ia tercatat masuk dalam Museum Rekor Indonesia (MURI).
Pengukuhan ini sesuai dengan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 2576f/A4.3/KP/2014.
Karier Militer
- 1968-1972 - Komandan Peleton Puspassus AD (Pusat Pasukan Khusus Angkatan Darat) di Magelang
- 1972-1974 - Komandan Kompi Prayuda Kopassandha (Komando Pasukan Sandi Yudha)
- 1981-1983 - Komandan Detasemen Tempur 13
- 1983-1985 - Wakil Asisten Personel Kopasandha merangkap sebagai Wakil Asisten Operasi
- 1985-1987 - Asisten Intelijen Kodam Jayakarta
- 1987-1991 - Danrem 043/Garuda Hitam Lampung
- 1991-1993 - Direktur D Badan Intelijen Strategis ABRI
- 1993-1994 - Direktur A Badan Intelijen Strategis ABRI
- 1993-1994 - Panglima Kodam Jayakarta
1994-1996 - Komandan Kodiklat TNI AD