Breaking News:

Berita Malang Raya

BREAKING NEWS - Aksi Demo Tolak UU Cipta Kerja di Kota Malang Kembali Ricuh, Massa Tak Terkendali

Pasukan huru hara dari pihak kepolisian mulai bergerak maju ke depan untuk membubarkan aksi massa di DPRD Kota Malang yang semakin tidak terkendali.

SURYA.CO.ID, MALANG - Hingga saat ini, massa buruh dan mahasiswa yang melakukan unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di depan gedung DPRD dan Wali Kota Malang masih terus berlanjut, Kamis (8/10/2020).

Massa masih berteriak menyerukan aspirasinya di depan gedung DPRD Kota Malang.

Petugas kepolisian dan TNI juga masih terus berjaga di sekitar gedung. Dari pantauan SURYA.CO.ID, polisi bersenjatakan tameng dan senjata pelontar gas air mata terus bersiaga memantau kondisi demonstrasi.

Setelah sebelumnya pada pukul 11.19 WIB, para pengunjuk rasa melempari gedung DPRD Kota Malang dengan bom molotov, petasan, flare, batu dan botol kaca. Pukul 13.30 WIB, aksi tersebut kembali ricuh. Massa mulai melempari kembali gedung DPRD Kota Malang dengan petasan, flare, batu dan botol kaca.

Polisi langsung membubarkan aksi massa demonstrasi dengan tembakan gas air mata dan semprotan air dari mobil water canon. Dan massa demonstran diimbau untuk segera membubarkan diri.

Dalam rilis aksi yang dikeluarkan oleh Aliansi Malang Melawan ada 9 poin yang disoroti, di antaranya Omnibus Law dinilai melegitimasi investasi perusak lingkungan, penyusunan RUU Cilaka cacat prosedur dan tidak mengakomodasi elemen masyarakat, sentralime kewenangan ditarik ke pemerintah pusat yang mencederai semangat reformasi.

Lalu percepatan krisis lingkungan, perbudakan modern melalui fleksibilitas tenaga kerja, menciptakan tenaga kerja murah melalui pendidikan, memiskinkan petani, nelayan, masyarakat adat serta kaum minoritas yang lainnya dan yang terakhir menciptakan kriminalisasi, represi dan kekerasan terhadap rakyat.

"Atas pertimbangan di atas, kami yang tergabung Aliansi Malang Melawan menyatakan mosi tidak percaya kepada pemerintah Republik Indonesia dan menyatakan sikap. Cabut Omnibus Law UU Cipta Kerja," ungkap Humas Aksi Aliansi Malang Melawan, Jecki.

Saat ini pasukan huru hara dari pihak kepolisian mulai bergerak maju ke depan. Untuk membubarkan aksi massa yang semakin tidak terkendali.

Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved