Berita Ekonomi Bisnis
Program SiMoDIS BI Dapat Respons Positif dari Para Importir di Jatim
Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) merespons positif program Sistem Informasi Monitoring Devisa terIntegrasi Seketika (SiMoDIS).
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA - Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) Jawa Timur merespons positif program Sistem Informasi Monitoring Devisa terIntegrasi Seketika (SiMoDIS) yang diluncurkan Bank Indonesia (BI) sejak 2019.
Hal itu dibuktikan dengan banyaknya anggota GINSI yang telah mulai mengimplementasikan program tersebut.
"Kepatuhan pengusaha dalam mengimplementasikan SiMoDIS sangat tinggi. Hal ini disebabkan pengimplementasian sistem ini berdampak positif bagi importir," kata Romzy Abdullah Abdat, Ketua GINSI Jatim, Rabu (7/10/2020), saat sosialisasi program ini di Graha Kadin Jatim, Rabu (7/10/2020).
Apalagi lewat sistim ini, para importir juga akan mendapatkan insentif dengan kepatuhan dan prioritas.
Hal tersebut bisa dibagi untuk membuat harga produk menjadi lebih terjangkau dan tidak terjerat biaya logistik tinggi.
Dalam agenda bertema Sosialisasi Implementasi SiMoDIS & Konsultasi dengan Kadin Provinsi Jawa Timur untuk percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional di Graha Kadin Jatim, tersebut, Romzi menyebutkan, ada sejumlah kemudahan diberikan pemerintah ketika importir patuh dalam melaksanakannya.
Mulai dari kemudahan pelayanan hingga diberikan fasilitas fiskal.
"Bagi importir yang patuh akan diprioritaskan mendapatkan insentif seperti Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE), kawasan berikat dan Authorized Economic Operator (AEO)," ungkap Romzy.
Kemudian untuk importir diberikan jalur prioritas atau mitra utama dan proses clarence yang lebih cepat atau menjadi mitra utama.
"Kalau dapat fasilitas, kita bisa menekan biaya logistik yang selama ini masih tinggi sekitar 17 persen, tapi kalau dapat jalur khusus biaya bisa ditekan sampai menjadi 9 persen,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Kadin Jatim Adik Dwi Putranto menyambut baik dan mendukung kegiatan-kegiatan fasilitasi bagi Asosiasi atau Himpunan dalam rangka menjaga kepentingan anggotanya.
Salah satunya dalam hal pemahaman lebih mendalam dan implementasi regulasi Bank Indonesia terkait Devisa Hasil Ekspor (DHE) dan Devisa Hasil Impor (DHI) yang implementasinya menggunakan Sistem Informasi Monitoring Devisa Terintegrasi Seketika (SiMoDIS).
"Dalam forum ini Kadin Jatim juga membuka konsultasi untuk percepatan pemulihan ekonomi, yang kita semua berharap dampak dari Pandemi Covid-19 tidak terlalu dalam dan bisa cepat pulih," ungkap Adik.
"Jangan segan-segan kalau ada kebijakan di pelabuhan yang tidak berpihak kepada pengusaha, kita akan perjuangkan. Mudah-mudahan SiMoDis ini benar-benar modis dan tidak memberatkan pengusaha," tambahnya.
Sedang Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jatim, Elly Silitonga, menjelaskan, sistem ini upaya pengendalian defisit transaksi berjalan agar efektif dan terintegrasi terhadap ekspor, dan terhadap impor.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/ketua-gabungan-importir-nasional-seluruh-indonesia-ginsi-jatim-romzy-abdullah-abdat-kanan.jpg)