Breaking News:

Berita Malang

Wisudawan UIN Maliki Sudah Membayar, Buat Petisi Menolak Wisuda Online

Alasan calon wisudawan yang menandatangani petisi itu, antara lain sudah membayar biaya wisuda tetapi dilaksanakan online

surya/sylvianita widyawati
Petisi menolak wisuda online yang disebar di media sosial oleh wisudawan UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang,Kamis (1/10/2020). 

SURYA.CO.ID, MALANG - Penggalangan suara untuk menolak pelaksanaan wisuda secara virtual atau online, alias tidak datang bersamaan di satu ruangan, masih terus dibuat calon wisudawan UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang.

Melalui petisi di change.org, mereka menolak dilakukan wisuda online. Sampai Kamis (1/10/2020) pukul 17.40 WIB mencapai 658 orang yang menandatangani petisi itu untuk menuju 1000 dengan #Tolak Wisuda Online UIN Malang. Calon wisudawan ini dari periode 2-4/2020.

Alasan penolakan wisuda online, karena sebelumnya sudah ada survei ke calon wisudawan tentang kegiatan wisuda. Mereka ditanya apakah wisuda online dan offline, sebanyak 90 persen menyatakan ingin wisuda offline.

Alasan calon wisudawan yang menandatangani petisi itu, antara lain sudah membayar biaya wisuda tetapi dilaksanakan online. Ada juga yang menyatakan seharusnya hasil survei dilaksanakan di mana sebagian besar mahasiswa ingin wisuda offline.

Contoh wisuda offline sudah dilakukan oleh perguruan tinggi lain. Termasuk wisuda di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang dilaksanakan September 2020 lalu selama tiga hari. Di wisuda UMM, dilakukan bergantian di beberapa fakultas setiap harinya.

Wisuda periode kedua di UIN Maliki seharusnya dilaksanakan pada April 2020. Namun karena kondisi pandemi Covid-19, maka tidak ada kegiatan apa-apa.

Mahfudz Shodar, Kabiro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan dan Kerjasama UIN Malang menyatakan belum bisa mengomentari petisi itu. "Masih menunggu hasil rapat pimpinan," jelas Mahfudz ketika dikonfirmasi, Kamis (1/10/2020).

Padahal petisi itu sudah ada sejak lima hari lalu. "Yang jelas sampai saat ini, Pemkot Malang belum mengizinkan ada kerumunan kan?" tukas Mahfudz.

Dalam satu periode wisuda, biasanya diikuti sekitar 800 orang wisudawan. Maka dalam beberapa periode ada ribuan wisudawan yang seharusnya diwisuda.

Dikatakan Mahfudz, sudah banyak wisudawan periode 2 dan 3 yang mengambil ijazah. Meski begitu, jika ingin ikut wisuda maka itu merupakan hak mereka.

Halaman
12
Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved