Berita Gresik
Dua Bocah Tewas Mengapung di Bendungan Gerak Sembayat Gresik Berasal dari Lamongan
Keduanya adalah tetangga satu kampung, namun beda dusun. Mereka berdua adalah teman akrab.
Penulis: Willy Abraham | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.CO.ID, GRESIK - Dua bocah laki-laki yang ditemukan mengapung di Bendung Gerak Sembayat (BGS), Kecamatan Bungah, Gresik ternyata pelajar SMP asal Kabupaten Lamongan.
Dari hasil indentifikasi, kedua korban diketahui bernama Alfian (15), warga Dusun Ngajaran dan Andre (15), warga Dusun Alang-alang, Desa Kecamatan Karang Binangun, Kabupaten Lamongan.
Keduanya adalah tetangga satu kampung, namun beda dusun. Mereka berdua adalah teman akrab.
Kedua korban ditemukan warga mengapung sekitar pukul 09.30 WIB.
Kepala Desa Karang Binangun, Sugianto menjelaskan, kedua korban keluar dari rumah, Minggu (27/9/2020) pukul 09.00 WIB.
Mereka berboncengan mengendarai sepeda motor Honda Beat.
Hingga pukul 17.00 WIB tak kunjung kembali.
Pihak keluarga berusaha mencari keliling kampung dan menanyakan keberadaan kedua korban itu melalui grup WhatsApp.
"Tadi sekitar pukul pukul 09.30 WIB saya dapat info ada dua anak tenggelam meninggal dengan kondisi mengapung di BGS, saya cek ciri-cirinya ternyata benar warga kami," tutupnya.
Keluarga korban dari Andre langsung mendatangi lokasi kejadian.
Aris membenarkan jika keponakannya yang ditemukan tewas mengapung.
Aris menyebut mengetahui kabar ponakannya ditemukan meninggal dari kepala desa yang datang langsung ke rumah.
"Dikabari pak lurah datang kerumah dan menyampaikan kabar kalau Andre ditemukan mengapung di Bendung Gerak Sembayat," terangnya.
Aris mengatakan memang ponakannya keluar rumah pamit tapi tidak jelas tujuan kemana.
Keluarga sempat panik karena keduanya tidak kunjung pulang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/dua-bocah-di-bendung-gerak-sembayat-bgs-gresik.jpg)