Breaking News:

Harga Emas Diprediksi Masih akan Tinggi hingga Akhir Tahun ini 

Sejak awal tahun, emas baik fisik maupun komoditi berjangka bersinar mengikuti trend ekonomi dunia yang terdampak dari berbagai fundamental global.

surya.co.id/sri handi lestari
Dari kiri: Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero), Fajar Wibhiyadi; Branch Manager PT Bestprofit Futures Surabaya, Kurniadin ; Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta, Stephanus Paulus Lumintang, saat gathering di Surabaya, Jumat (25/9/2020). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Harga emas di tahun 2020 terus mengalami peningkatan yang cukup tajam.

Sejak awal tahun, emas baik fisik maupun komoditi berjangka bersinar mengikuti trend ekonomi dunia yang terdampak dari berbagai fundamental global.

"Untuk komoditas, harga emas mulai melompat tinggi di perdagangan awal tahun 2020 menuju level US$ 1.576/troy ons setelah Amerika Serikat (AS) dan China menyepakati perjanjian dagang fase satu setelah bersitegang dalam 18 bulan terakhir," jelas Kurniadin, Pimpinan Cabang PT Bestprofit Futures cabang Surabaya saat menggelar gathering, Jumat (25/9/2020).

Di tambah dengan ketegangan politik Amerika Serikat dengan Iran.

Tak lama kemudian, emas semakin berotot ketika wabah Covid-19 menyebar hampir ke seluruh negara hingga membuat harganya menembus level tertinggi US$ 2.074/troy ons pada tanggal 2 Agustus 2020.

"Saat ini, pergerakan emas dalam kondisi volatilitas tinggi, artinya naik dan turun secara signifikan. Ancaman resesi ekonomi, dan kepastian finalisasi vaksin menjadi sentimen yang mempengaruhi terkoreksinya harga emas hingga di level kisaran US$ 1.900-an/troy ons saat ini," lanjut Kiki, sapaan akrab Kurniadin.

Hal ini ikut mending transaksi Perdagangan Berjangka Komoditas (KBP) di BPF. Sepanjang delapan bulan terakhir, total volume transaksi di BPF didominasi oleh kontrak berjangka emas.

"Jumlahnya mencapai 80 persen dari keseluruhan volume transaksi yang sampai 31 Agustus 2020 sebesar 29.810 lot atau naik 35 persen dibandingkan tahun lalu pada posisi yang sama," jelas Kiki.

Sementara itu peningkatan nasabah baru di PT Bestprofit Surabaya selama 8 bulan terakhir mencapai 149 nasabah, meningkat 119,12 persen. Selama pandemi investasi kontrak berjangka emas diminati, karena tren harga yang positif juga instrumen emas cukup awam di kalangan masyarakat.

Kiki menjelaskan kontrak berjangka emas berbeda dengan investasi emas berwujud logam mulia. Pada kontrak berjangka emas, nasabah menempatkan dananya sebagai margin untuk melakukan trading di pasar berjangka.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved