Berita Surabaya
Singkirkan Jenuh dengan Olahraga Sepatu Roda, Ajak Anak Sehat dan Gembira
Saat ini olahraga sepatu roda pun kembali naik daun. Selain melatih keseimbangan, bermain sepatu roda juga bisa mengusir rasa jenuh
Penulis: Christine Ayu Nurchayanti | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID, SURABAYA - Bermain sepatu roda atau roller blade menjadi aktivitas yang menyenangkan bagi anak-anak. Apalagi setelah melewati jam-jam melelahkan dengan belajar.
Saat ini olahraga sepatu roda pun kembali naik daun, tidak kalah dengan bersepeda. Selain melatih keseimbangan, bermain sepatu roda juga bisa mengusir rasa jenuh.
Menurut penggagas Rollerblade Surabaya, Elvan Richardo atau yang lebih akrab disapa Rico, bersepatu roda kini menjadi tren di masyarakat.
"Bagi anak-anak, selain berolahraga, kegiatan ini juga supaya nggak jenuh. Karena sekolah sudah via online, jadi mesti dikombinasi sama kegiatan luar yang positif," ungkapnya, Rabu (23/9/2020).
Olahraga yang satu ini memang digemari semua kalangan. Tidak hanya anak-anak tapi juga remaja hingga orang dewasa. Hal ini karena masyarakat mulai sadar kesehatan.
"Untuk belajar sepatu roda bagi pemula mungkin hanya butuh waktu sehari. Tapi harus dipelajari teknik dasarnya," Rico mengungkapkan.
Dasar yang harus dikuasai yakni belajar berdiri terlebih dahulu. Baru bisa dilanjutkan dengan menggerakkan kaki serta belajar pengereman.
Penghobi sepatu roda sejak sembilan tahun ini menyarankan, untuk belajar keseimbangan di atas karpet.
"Kalau sudah goyang, pegang lutut lalu membungkuk. Supaya tidak jatuh, jangan berpegang pada tembok atau temannya. Karena roda kan jalan," ungkap Rico.
Jika sudah, maka bisa mulai belajar jalan maju, belok dan mengerem. Kalau ini bisa dipelajari satu sampai dua jam saja. Ada banyak teknik yang harus dipelajari, seperti untuk berbelok dan berhenti.
"Kalau berhenti ada namanya T-Stop dan A-Stop. Prinsipnya, posisi kaki sejajar saat berdiri. Ketika maju, posisinya berubah menyerupai huruf 'V'," ia menerangkan.
Sementara jika kaki menyerupai huruf 'A' maka secara otomatis akan berhenti. Saat sedikit demi sedikit kaki membentuk 'A' sembari memegang lutut, akan perlahan mengerem.
Olahraga ini menjadi kegemaran banyak anak. Melalui bersepatu roda, mereka juga belajar motorik dan keberanian. Terlebih lagi, minim cedera.
"Anak mulai bisa bersepatu roda sejak usia empat tahun, karena di usia itu mereka lebih berani dan mudah mengerti. Tergantung anaknya juga. Kalau mudah paham akan cepat bisa," tuturnya
Bagi yang ingin memulai belajar sepatu roda, Rico menyarankan memakai sepatu yang rodanya berukuran maksimal 80 mili liter karena lebih mudah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/sepatu-roda-atau-rollerblade.jpg)