Breaking News:

Virus Corona di Jember

Masker, Antiseptik, dan Sabun Herbal Buatan Warga Dampingan Unej Dibagikan kepada Masyarakat

Pusat Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Jember membagikan masker, antiseptik, dan sabun.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Parmin
surya.co.id/sri wahyunik
LP2M Universitas Jember membagikan masker hasil pendampingan kepada masyarakat pengguna jalan, Senin (21/9/2020). 

SURYA.co.id | JEMBER -  Pusat Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Jember membagikan masker, antiseptik, dan sabun herbal kepada masyarakat, Senin (21/9/2020).

Uniknya, ketiga barang yang dibagikan kepada masyarakat itu adalah buatan warga dampingan PPM LP2M Unej.

Pembagian masker, antiseptik, dan sabun herbal itu dipusatkan di Jl Kalimantan, depan gerbang utama masuk Universitas Jember.

Pengguna jalan, dan masyarakat sekitar yang sedang melintas yang mendapatkan barang-barang tersebut.

Ketua Pusat Pemberdayaan LP2M Unej Ali Badrudin mengatakan, seluruh masker, antiseptik, dan sabun herbal yang dibagikan ini diproduksi oleh masyarakat binaan Universitas Jember.

“Ada 3.000 paket yang kami bagikan pada hari ini. Untuk maskernya dibuat oleh ibu-ibu binaan di Kecamatan Panti dan Sumbersari. Sedangkan untuk antiseptik, dan sabun herbal diproduksi oleh santri Pondok Pesantren Nuris (Nurul Islam)  dengan pendampingan tim ahli dari Universitas Jember,” ujar Ali, Senin (21/9/2020).

Ali berharap kolaborasi antara Universitas Jember dengan masyarakat binaan dapat membangun kemandirian dan kesadaran masyarakat dalam melaksanakan protokol pencegahan Covid-19.

“Harapan kami jika masyarakat dapat memproduksi sendiri kan bisa dijual untuk tambahan penghasilan. Sekaligus tetangga sekitar mereka tergerak untuk mengenakan masker, kan belinya dekat atau malah bisa bikin sendiri,” imbuh Ali.

Rektor Universitas Jember Iwan Taruna turut serta dalam bakti sosial membagi masker, antiseptik, dan sabun herbal tersebut. Menurutnya, kegiatan itu sebagai bentuk kebersamaan melawan Covid-19 dan membangun kedisiplinan masyarakat untuk mengenakan masker.

Iwan Taruna menilai, kesadaran masyarakat untuk menggunakan masker saat berkendara di tengah wabah corona masih belum seperti yang diharapkan. Sementara di sisi lain, jumlah pasien yang dinyatakan positif Covid-19 semakin meningkat.

“Kami ingin agar masyarakat Jember menjadi lebih giat dan disiplin dalam melaksanakan protokol pencegahan penularan Covid-19. Karena faktanya hingga saat ini kasus positif Covid-19 belum selesai. Justru lajunya semakin kencang dengan semakin banyaknya yang dinyatakan positif,” tegas Iwan.

Oleh karena itu, lanjut Iwan, civitas akademika Unej mengajak seluruh elemen di Kabupaten Jember untuk bersama-sama berdisiplin melaksanakan protokol pencegahan, salah satunya dengan disiplin memakai masker.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved