Breaking News:

Berita Malang

Jadi Alternatif Pangan, Beras dari Kulit Apel Cegah Diabetes dan Kanker

Dari penelitian, limbah kulit apel ternyata bisa menjadi alternatif pangan selain beras yang memiliki kandungan antioksidan, mencegah diabetes dan ka

SURYA.CO.ID, MALANG - Melimpahnya kulit apel yang merupakan limbah dari produksi keripik apel di Desa Tulungrejo, Kota Batu, menjadi bahan penelitian sejumlah mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya.

Dari penelitian, limbah kulit apel ternyata bisa menjadi alternatif pangan selain beras yang memiliki kandungan antioksidan, serta bisa mencegah diabetes dan kanker.

Olahan limbah kulit apel itu bisa dimanfaatkan sebagai beras analog dan diberi nama BENKAP (Beras Analog Kulit Apel). Di Desa Tulungrejo yang memang dikenal sebagai sentra UMKM keripik apel, banyak masyarakat menjadi pengupas kulit apel dan dalam sehari, menghasilkan limbah sampai 40 KG.

Koordinator TIM BENKAP, M Mukasyafatul Asror menuturkan, selama ini limbah kulit apel dimanfaatkan sebagai pakan hewan ternak dan sisanya dibuang.

Kalau limbah terbuang cukup banyak, maka memberi dampak pada lingkungan dan kesehatan warga desa. Padahal dalam kulit apel ada banyak kandungan untuk dijadikan olahan produk yang ekonomis dan bermanfaat.

"BENKAP merupakan program solutif dengan memberdayakan unsur masyarakat dalam menangani permasalahan limbah organik di Desa Tulungrejo. Selain itu, tim telah menggagas produk turunan dari BENKAP berupa pupuk organik cair (POC) dari apel reject dan tepung kulit apel sebagai pengembangan dari keberlanjutan program kami” tutur Asror, Jumat (18/9/2020).

Alasan melakukan kegiatan ini karena rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai pengolahan kulit apel. Sehingga masyarakat tidak mengetahui manfaat kulit apel dengan baik.

Tim FTP memberikan pelatihan kepada warga dan PKK cara mengolah kulit apel itu. Tim pembimbing adalah Mukasyafatul Asror , Arva Saktia Zulemita , Esthy Dwi Anggraeni, Erni Wahyu Wijayanti, Husna Atikah dan Rizal Nur Alfian.

Mereka dibimbing Joko Prasetyo untuk memberikan pelatihan. Proses pembuatan BENKAP cukup mudah, hanya dengan fortifikasi tepung kulit buah apel dan bahan-bahan lain.

Cara pembuatannya, kulit buah apel dikeringkan menggunakan oven untuk memudahkan proses menjadikan tepung kulit apel. Selanjutnya dilakukan pencampuran dengan fortifikasi tepung lain seperti sorgum, meizena dll serta penambahan larutan GMS.

Dari campuran itu bisa dijadikan adonan. Untuk pemotongannya menggunakan noodle maker dan gunting. Selanjutnya dikeringkan dan dikemas sebagai beras analog dengan berat 250 gram per kemasan.

BENKAP memiliki kandungan protein dan antioksidan tinggi yang dapat mencegah kanker dan diabetes serta meningkatkan daya tahan tubuh untuk mengurangi resiko terpaparnya virus dan bakteri.

Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Tulungrejo dengan penjualan produk BENKAP sebesar Rp 3.200.640 per bulan. Untuk mendukung keberlanjutan program ini, tim akan bekerjasama dengan OPD terkait. ***

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved