Rabu, 22 April 2026

Berita Malang Raya

Dengan Cara Daring, Pengenalan Kampus UM Bisa Bebas Bullying

Dengan model daring asinkron, maka tidak ada komunikasi langsung dengan panitia tetapi juga bisa menghindarkan dari bullying.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Deddy Humana

SURYA.CO.ID, MALANG - Kegiatan PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru) akhirnya bakal tetap dilalui para mahasiswa baru Universitas Negeri Malang (UM), meski di masa pandemi Covid-19. Selain UM, kegiatan serupa dijadwalkan Universitas Brawijaya (UB) pada 19-22 September.

Hanya, dalam PKKMB ini UM memberlakukan secara daring asinkron selama 21-24 September. Pemilihan metode daring asinkron karena agar bebas diakses mahasiswa baru (maba) pada jam berapa pun seperti di Youtube.

Serta disiapkan materi-materi berupa video, PPT, suplemen/narasi. "Per hari ada tugas-tugas yang harus dikerjakan. Ini juga sebagai cara mengetahui kehadiran maba di PKKMB," kata Dr Muarifin MPd, Wakil Rektor III UM saat launching PKKMB di gedung A3, Jumat (18/9/2020).

Dengan model daring asinkron, maka tidak ada komunikasi langsung dengan panitia tetapi juga bisa menghindarkan dari bullying. "Pakaian maba tidak ada aturan mengikat karena digelar daring asinkron. Saya berpesan agar maba mengerjakan tugas sesuai tanggal meski materi lainnya di hari-hari lain sudah ada," ujar Muarifin.

Karena tak ada daring langsung untuk komunikasi, maba disarankan membaca detail juknisnya agar tidak kesulitan melaksanakan. UM juga membuat web khusus PKKBM.

"Dengan model daring asinkron, maba sudah belajar seperti PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh). Bisa self learning dari konten-konten yang diunggah," jawabnya.

Bagaimana jika maba tidak memiliki prasarana yang dibutuhkan berupa perangkat? Muarifin menjelaskan, konsepnya dianggap semua maba punya tetapi jika ada kendala bisa bergabung di kelompok kecil teman yang dikenalnya.

Dijelaskan, PKKMB perlu diadakan bagi maba agar lebih mengenal dan beradaptasi pada kampusnya baik dari sisi akademik dan non akademik dengan tepat. Pengenalan UKM juga dilakukan di PKKMB.

"Maba UM yang akan ikut PKKMB sebanyak 7000-an orang. Dan ada 300 mahasiswa lama yang bergabung di PKKMB ini karena sebelumnya tidak ikut," jelasnya.

"Mudahan-mudahan untuk semester dua nanti, maba bisa melaksanakan perkuliahan luring. Semester ini masih daring," tambah Muarifin.

Sedangkan kegiatan di UB, dibagi di tingkat universitas mulai Sabtu (19/9/2020) dan Minggu (20/9/2020), dilanjutkan di tingkat fakultas pada 21-22 September 2020. Semua kegiatan PKKMB UB memakai Zoom.

"Awal rencana pakai Google Meet. Tetapi akhirnya pakai Zoom," jelas Daffa Anzunatama, Ketua Pelaksana RAJA Brawijaya 2020.

RAJA adalah Rangkaian Acara Jelajah Almamater. Jumlah maba UB tahun ini sebanyak 17.000 orang lebih, terdiri dari maba S1 dan Vokasi. Karena berbasis daring, panitia telah melakukan satu kali simulasi, satu kali gladi kotor dan sekali gladi bersih.

Karena jumlah maba sangat banyak, maka setiap klaster ada operatornya. "Dari simulasi hingga gladi bersih diharapkan bisa meminimalisir kesalahan teknis," jelasnya.

Panitia juga mengingatkan waktu pelaksanaan memakai WIB agar tidak ada problem waktu dan ishoma. Sebab maba UB datang dari berbagai wilayah di Indonesia. Dikatakan, jika ada kendala-kendala bagi maba maka sudah disiapkan Crisis Centre.

Acara pembukaan PKKMB UB akan dilaksanakan di Gedung Samantha Krida. Ada penyerahan jas almamater secara simbolis pada perwakilan maba, penyerahan KIP kuliah, Beasiswa Yayasan UB Abadi, Baziz dan beasiswa difabel. ***

Sumber: Surya Malang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved