Breaking News:

Berita Malang Raya

Ponpes di Kota Batu Diminta Mewaspadai Ancaman Covid-19

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Batu, Nawawi mengajak agar pondok pesantren di Kota Batu tetap mewaspadai potensi penularan Covid-19

surabaya.tribunnews.com/benni indo
Situasi pondok Putra Al Izzah beberapa waktu lalu setelah adanya satu siswa positif Covid-19 dan kini telah sembuh.  

SURYA.co.id | BATU – Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Batu, Nawawi mengajak agar pondok pesantren di Kota Batu tetap mewaspadai potensi penularan Covid-19. Berkaca pada kasus yang terjadi di Ponpes Al Izzah, Nawawi mengimbau agar protokol kesehatan tidak sekadar diketahui, namun juga dijalankan dengan sebetul-betulnya.

“Apa yang terjadi di Al Izzah saat ini menjadi peringatan bagi Ponpes lainnya. Sejatinya Al Izzah telah melakukan penerapan protokol kesehatan dengan ketat sebelum santri kembali,” katanya.

Namun, ada laporan satu siswa asal Al Izzah terkonfirmasi positif Covid-19. Siswa tersebut telah sembuh dan berada di Surabaya saat ini. Meskipun dikatakannya penerapan protokol telah diperketat, namun virus yang tidak terlihat itu tidak bisa diketahui keberadaannya.

“Melalui tes kesehatan dan dinyatakan sehat. Santri juga terlebih dahulu dikarantina dan dicek kesehatannya mulai jantungnya, denyut nadinya, tekanan darah dan suhu tubuhnya. Mungkin karena virusnya tak terlihat,” terangnya.

Maka dari itu, Nawawi meminta agar semua pihak tidak menganggap remeh Covid-19. Sejak akhir pekan lalu, kegiatan di Al Izzah untuk sementara waktu diistirahatkan. Ada pengetatan penjagaan yang dilakukan agar sirkulasi manusia terkontrol.

“Jadi sedang dilakukan lokalisir di sana, yang dari luar tidak boleh masuk dan yang di dalam juga tak dibolehkan keluar,” katanya.

Sehari sebelumnya, Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko mengatakan hampir 600 orang di Al Izzah menjalani tes usap atau swab. Tes usap masal dilakukan karena sulitnya pelacakan pasca ditemukannya satu santri positif Covid-19 beberapa waktu lalu.

“Bukan ada temuan apa, karena kami mengetahuinya dari yang positif pertama itu sudah semingguan. Sehingga kami tidak bisa melacak siapa saja yang dekat. Kalau lebih dari seminggu, sudah komunikasi dengan siapa saja. Swab dari Dinkes Provinsi Jatim, RS Karsa Husada, RS Baptis, termasuk RSSA. Hasilnya dibawa ke laboratorium langsung ke Kemenkes,” ujar Dewanti, Selasa (15/9/2020).

Namun Dewanti mengaku belum mengetahui hasil tes usap. Tes usap dilakukan pada Minggu lalu. Jumlahnya pun ratusan. Tes usap dilakukan di pondok laki-laki. Hingga Rabu (16/9/2020), pukul 16.30, belum ada laporan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batu terkait Al Izzah.

Per 15 Agustus 2020, tercatat ada tambahan lima orang positif Covid-19 di Kota Batu. Ada 47 orang aktif menjalani perawatan. Ada 264 yang sembuh sedangkan yang meninggal dunia sebanyak 26 orang. Total secara akumulatif, ada 340 kasus di Kota Batu

Penulis: Benni Indo
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved