Breaking News:

Berita Malang Raya

Menolak Bayar Denda Rp 100 Ribu Karena Tak Pakai Masker, Pria di Malang Debat Dengan Wali Kota

Seorang pria di Kota Malang tak mau membayar denda Rp 100 Ribu karena tak memakai masker saat berkendara di jalan raya. Dia juga debat dengan walikota

suryamalang/rifky edgar
Seorang pria berinisial RZ saat diperiksa oleh petugas karena tidak mengenakan masker saat berkendara di jalan raya, Rabu (16/9). 

SURYA.co.id | MALANG - Seorang pria di Kota Malang tak mau membayar denda Rp 100 Ribu karena tak memakai masker saat berkendara di jalan raya.

Pria berinisial RZ warga Sawojajar, Kota Malang itu sempat berdebat dengan Wali Kota Malang, Sutiaji dan Kapolresta Malang Kota, Kombespol Leonardus Simarmata saat sedang didata identitasnya.

Peristiwa itu terjadi, setelah Forkopimda Kota Malang melakukan operasi gabungan usai melaunching mobil Covid-19 hunter pelanggar protokol kesehatan di Balaikota Malang, Rabu (16/9).

"Saya salah di mana? Kalian ini malah mengganggu privasi saya saat sedang berada di dalam mobil," ucapnya di hadapan Forkopimda Kota Malang dan awak media.

RZ ngotot tak mau mengakui kesalahannya, meski dia kedapatan tidak memakai masker saat beraktivitas di luar rumah.

Dia mengatakan, bahwa sesungguhnya apa yang dia lakukan di dalam mobil sendirian tidak membahayakan orang lain.

Justru dengan menggelar operasi dengan mengumpulkan banyak massa ini dia katakan sebagai sesuatu yang cukup mengkhawatirkan.

"Sebenarnya saya tahu ada aturan sanski denda itu. Tapi itu kan di ranah publik, bukan di ranah privat seperti di rumah dan di mobil," ucapnya pria yang berprofesi sebagai pengacara itu.

Setelah berdebat hampir 20 menit, RZ akhirnya pergi meninggalkan Balaikota Malang.

Dia juga enggan membayar sanksi senilai Rp 100 Ribu karena masih merasa bahwa dirinya tidak bersalah.

Halaman
12
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved