Breaking News:

Berita Malang

Lewat Batik 75 Meter, Perupa Malang Sajikan Keindahan 34 Provinsi

rencana awal dulu lukisan ini bisa diselesaikan pas HUT Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2020. Namun tidak bisa mencapai target

surya/sylvianita widyawati
Pelukis Drajat Astono dengan sebagian karya lukisan batik sepanjang 75 meter di halaman Museum Mpu Purwa Kota Malang, Rabu (16/9/2020). 

SURYA.CO.ID, MALANG - Karya lukisan batik dari pelukis Drajat Astono sepanjang 75 meter dipamerkan di halaman Museum Mpu Purwa di kawasan Perumahan Griya Santa Kota Malang, Rabu (16/9/2020). Karya dibentangkan di pagar museum.

"Saya membuat batik sepanjang 75 meter untuk memperingati HUT RI ke-75. Isinya tentang seni budaya di 34 provinsi di Indonesia," kata Drajat, Rabu (16/9/2020).

Lewat seni budaya yang mengangkat kekhasan di provinsi itu, Drajat memperlihatkan lukisan batik Provinsi Riau. Di mana Riau dikenal dengan hasil lautnya seperti kerang-kerangan.

Setiap bidang lukisan adalah tiap provinsi. Keunikan lainnya adalah, ia tidak melorot atau melepas lapisan malam (lilin) sebagaimana pembuatan batik biasanya. "Karena ini kan seni. Malam-nya tidak saya lorot. Kalau dilorot, bisa buat batik fashion," jelas Drajat.

Apa yang disajikan disebutnya ekspresi baru batik versinya. "Ini merupakan karya monumental saya sebagai pelukis," jawabnya.

Lukisan batik dikerjakan di DKM (Dewan Kesenian Malang). Soal kendala pembuatan, disebutnya lebih pada sisi teknis. "Karena saya kerjakan di DKM, maka kalau DKM sedang banyak kegiatan, ya tidak bisa dilakukan," jelasnya.

Batik itu digarap Grajat sejak 9 Juli sampai 27 Agustus 2020. Dikatakan, rentang waktu itu memang banyak kegiatan di DKM, seperti art flag. Bahan yang disiapkan untuk lukisan batik 75 meter adalah kain primis, malam, remasol untuk pewarna.

Dikatakan, rencana awal dulu lukisan ini bisa diselesaikan pas HUT Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2020. Namun tidak bisa mencapai target dan akhirnya baru dipamerkan di Museum Mpu Purwa.

Warna-warna yang ditampilkan di lukisan batik itu cukup cerah. Untuk perawatan, lukisan itu cukup digulung usai kegiatan. "Belum tahu lagi akan ada event apa setelah dipamerkan ini," ujar Drajat. ***

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved