Breaking News:

Berita Malang

Agar Siswa Tak Lupa Sejarah, Dikbud Kota Malang Ajak Belajar di Museum

Termasuk di Museum Mpu Purwa mulai 16-21 September 2020, dengan tujuan agar para siswa tidak lupa dengan sejarah.

surya/sylvianita widyawati
Seorang siswa SD peserta lomba menggambar ditempatkan di dalam Museum Mpu Purwa, Rabu (16/9/2020). Ia menggambar arca Ganesya, salah satu koleksi di museum ini. 

SURYA.CO.ID, MALANG - Pemanfaatan museum di Kota Malang mencoba terus dilakukan Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Malang dengan menggelar berbagai kegiatan.

Termasuk di Museum Mpu Purwa mulai 16-21 September 2020, dengan tujuan agar para siswa tidak lupa dengan sejarah. Kegiatan di Mpu Purwa itu dibuka Kadis Dikbud Dra Zubaidah MM, Rabu (16/9/2020).

"Dikbud memiliki dua museum. Yaitu Museum Mpu Purwa dan Museum Pendidikan. Tujuan kegiatan ini adalah memaksimalkan pemanfaatan museum," jelas Zubaidah.

Dikatakan, nanti jika kondisi normal, para kepala sekolah bisa mengajak siswanya mengunjungi museum. Selain ke museum milik Dikbud, juga bisa ke museum lainnya di Kota Malang. "Belajar sejarah ke museum bisa dilakukan sebagai cara agar tidak lupa pada sejarah," ingatnya.

Khusus Museum Mpu Purwa, siswa bisa belajar sejarah tentang Malang. Guru-guru sejarah atau IPS bisa mengajak siswanya belajar di museum ini dan lainnya.

Untuk memaksimalkan kegiatan di Museum Mpu Purwa, para siswa kelas 4-6 SD dan SMP dengan diantar orangtua atau guru pembimbingnya datang untuk berlomba. Yaitu lomba menggambar tingkat SD dengan memakai pensil 2B yang diikuti 42 sekolah.

Zubaidah meminta para juri fair menilai karya siswa SD ini. Lokasi lomba menggambar di sekitar area museum.

Di hadapan mereka ada pohon maja. Pohon ini bagi anak-anak mungkin kurang dikenali. Jika peserta ditempatkan di lokasi dekat pohon maja, mereka menggambar pohon itu. Ada juga yang menggambar bagian dalam museum menghadap patung Ganesya.

"Saya menggambar patung Ganesya di depan itu," jelas peserta lomba dari SDN Madyopuro 2. Ia mengaku pernah datang ke museum ini sebelumnya.

Sementara siswa SMP mengikuti seleksi lomba cerdas cermat di SD Insan Amanah yang berada di depan museum. Pesertanya 150 siswa dan disiapkan 10 ruang kelas. Sehingga per kelas untuk babak seleksi hanya diisi 15 siswa.

Andayun, Kabid Kebudayaan Dikbud Kota Malang mempersilakan masyarakat memanfaatkan museum untuk berkegiatan. "Silakan jika ingin berkolaborasi dengan kami," jawabnya.

"Kami harap, pemanfaatan museum sebagai tempat belajar akan makin meningkat setelah ini. Karena masih ada masyarakat yang belum pernah ke museum," jelas dia. ***

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved