Breaking News:

Virus Corona di Gresik

28 Warga Gresik Terjaring Operasi Tidak Pakai Masker, Sebagian Pilih Sanksi Sosial daripada Denda

Jajaran Forkopimda Kabupaten Gresik memantau sidang tipiring kepada pelanggar tidak memakai masker, Senin (14/9/2020).

surya.co.id/sugiyono
MASKER - Jajaran Forkopimda Kabupaten Gresik memantau sidang tipiring kepada pelanggar tidak memakai masker, Senin (14/9/2020). 

SURYA.co.id | GRESIK - Tim gabungan terdiri dari TNI/Polri, Satpol PP, Kejaksaan dan Pengadilan Negeri Gresik menggelar operasi yustisi terhadap pengguna jalan, Senin (14/9/2020).

Kegiatan dengan sasaran warga tidak pakai masker tersebut untuk meningkatkan penegakan pelanggar Peraturan Bupati Nomor 22 Tahun 2020.

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto, didampingi jajaran pimpinan Forkopimda, mengatakan, penindakan ini untuk meningkatkan penegakan protokol kesehatan.

Hal ini untuk menegakkan protokol kesehatan, sehingga penyebaran covid-19 bisa dikurangi.

"Ini menindaklanjuti Perbup Nomor 22 Tahun 2020 tentang peningkatan penegakan Protokol Kesehatan, peningkatan penegakan kedisiplinan, demi covid-19 ini tidak tambah menyebar dan terus landai dan segera sirna dari Kabupaten Gresik," kata Sambari.

Lebih lanjut Sambari berharap kepada Camat agar meningkatkan kewaspadaan pada setiap desa yang ada di wilayahnya.

“Kalau perlu RT dan RW mencatat seluruh aktifitas warganya. Terutama tamu yang datang, khususnya yang dari Zona merah dan zona hitam. Laporkan setiap aktifitas yang mencurigakan. Laporkan kepada Kepala Desa atau kepada Babinsa dan babinkamtibmas yang ada di wilayah masing-masing,” imbuhnya.

Sementara Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, mengatakan, operasi yustisi ini untuk menegakkan protokol kesehatan dan mengingatkan kepada masyarakat meningkatkan protokol kesehatan, seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

"Operasi yustisi ini akan terus berlanjut sampai masyarakat memahami pentingnya protokol kesehatan," kata Arief.

Dengan meningkatnya penyebaran covid -19 di Indonesia, maka Pemkab Gresik berserta Forkopimda akan tetap memberlakukan jam malam untuk tempat-tempat keramaian. Seperti warung kopi dan tempat lainnya.

"Sejauh ini Perbup belum dicabut," imbuhnya.

Sementara untuk sanksi sosial, Polres Gresik akan koordinasi dengan Pemkab Gresik. "Untuk sanksi ssosial, kita gabungan dari Pemkab akan menentukan titik untuk menentukan tempatnya," imbuhnya.

Tim gabungan operasi yustisi berhasil menindak 28 pelanggar Perbup 22 tahun 2020.

Mereka ada yang memilih dikenakan sanksi sosial daripada denda Rp 150.000.

"Saya memilih sanksi sosial saja. Sebab tidak punya uang untuk mengganti denda Rp 150.000," kata Budiyono, warga Banjarsari, Kecamatan Cerme.

Penulis: Sugiyono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved