Breaking News:

Berita Surabaya

Rapid Test Dadakan di Suramadu, Risma Ajak Anak Muda Surabaya Lebih Patuh Protokol Kesehatan

Wali kota Surabaya, Tri Rismaharini meminta agar anak-anak muda di Surabaya lebih patuh pada protokol kesehatan.

surabaya.tribunnews.com/yusron naufal putra
Wali kota Surabaya, Tri Rismaharini saat memimpin rapid test massal di kawasan Suramadu, Surabaya. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra

SURYA.co.id |SURABAYA - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tetap berharap warga Surabaya bisa menahan diri tidak keluar rumah jika tidak penting. 

Hal itu disampaikan Risma, saat memimpin operasi rapid test massal dadakan di Surabaya hingga Minggu (13/9/2020) dini hari. 

"Saya terpaksa lakukan seperti ini di tempat-tempat tertentu. kondisinya masih pandemi, memang tatanan new normal. Tapi kan kemudian warga juga bergerombol, dan itu bahaya sekali," kata Risma.

Risma berharap kesadaran untuk meningkatkan protokol kesehatan menjadi perhatian bersama. Sebab, saat ini upaya memutus mata rantai penyebaran terus digencarkan di Surabaya.

Risma mengaku tak ingin terjadi lonjakan kasus di kota pahlawan. Apalagi, data terbaru yang dimiliki Pemkot, kasus banyak menyerang anak muda. Bahkan, presentasenya mencapai 70 persen. 

"Mohon dengan hormat, terutama pada anak-anak muda. Karena data yang saya amati, hampir 70 persen dari anak muda serta anak-anak," ujar Risma.

Secara umum dia juga berharap tak hanya yang muda yang disiplin pada protokol kesehatan. Melainkan, seluruh warga Surabaya dapat meningkatkan kesadaran.

"Saya berharap, semuanya bisa sadar," ungkap Wali Kota perempuan pertama di Surabaya itu.

Seperti diketahui, Pemkot menggelar rapid test massal dadakan yang menyasar dua tempat sekaligus, Sabtu (12/9/2020) malam. Totalnya ada sekitar 794 orang yang dilakukan tes cepat tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Febria Rachmanita merinci dua tempat tersebut yaitu kawasan sekitar Suramadu dan kawasan Jalan Genteng Besar.

"Suramadu 659, Pasar Genteng 135," kata Feny saat dikonfirmasi, Minggu (13/9/2020).

Dari dua tempat tersebut, Pemkot mendapati puluhan yang reaktif. Mereka selanjutnya diisolasi di hotel sembari nantinya dilakukan pemeriksaan swab. Ada sekitar 5 hotel yang sudah bekerja sama dengan Pemkot Surabaya.

"(Yang ditemukan) Reaktif hasilnya 37," ujar Feny.

Penulis: Yusron Naufal Putra
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved