Berita Gresik
Dijebak Prank Video Call Dengan Perempuan Cantik, Pelaku Penggelapan di Gresik Akhirnya Muncul
Setelah setahun lebih menghilang, Salim, pelaku penggelapan di Gresik akhirnya muncul. Dia muncul setelah dijebak dengan prank video call.
Penulis: Willy Abraham | Editor: Eben Haezer Panca
SURYA.co.id | GRESIK - Salim, warga Gresik yang lama dicari karena kasus penggelapan, akhirnya muncul dari persembunyiannya selama satu tahun.
Warga asal Desa Leran, Kecamatan Manyar yang pernah membawa lari uang ratusan juta hasil penjualan tanah kavling ini ditangkap setelah jadi dijebak atau jadi sasaran prank video call dengan wanita cantik.
Jurus ini ternyata ampuh membuat pelaku tergoda. Bahkan lelaki beristri ini harus sembunyi-sembunyi keluar rumah untuk menemui wanita cantik yang video call dengannya. Saat akan kopi darat, pria berusia 30 tahun ini tampil necis.
Mengenakan jaket lengkap dengan slimbag, ternyata Salim malah ketemu korbannya, si pemilik tanah kavling yang uangnya ia bawa lari.
Ia pun tak berkutik, saat bertemu korbannya dan pengacara korban. Salim langsung dibawa menuju kediaman pengacara di Manyar.
Di sana, Salim hanya tertunduk lesu, memasang wajah melas. Beda 180 derajat dibanding saat video call dengan menggebu-gebu ingin bertemu wanita kenalannya itu.
Salim hanya bisa mengakui perbuatannya, pasalnya korban penipuan tanah kavling itu menggeruduknya.
Pengacara korban, Abdullah Syafi'i mengatakan kliennya sudah menghubungi pelaku namun tidak kunjung direspon. Hingga akhirnya, ia meminta bantuan seseorang wanita cantik untuk menghubungi pelaku. Pura-pura membeli tanah kavling.
"Pelaku pakai nama Eko. Akhirnya janjian ketemu di Betiting Cerme, Salim datang," ucap Syafii, Minggu (13/9/2020).
H. Sahal, pemilik lahan mengatakan, selama satu tahun lebih kesulitan menghubungi Salim.
Teleponnya tidak aktif, saat didatangi ke rumahnya juga tidak ada.
"Ada Rp 630 juta uang saya yang belum dikembalikan ke Salim," ucap Sahal.
Awalnya, lanjut Sahal, Salim meminta kerja dengannya dengan menawarkan tanah kavling seluas 7.000 meter. Ia pun percaya, karena setiap tanah kavling yang laku, ia akan mendapat uang sebesar Rp 75 juta.
Tanah tersebut laku, padahal Salim menjualnya di angka Rp 80 juta sampai Rp 95 juta. Tidak sampai disitu, dalam beberapa bulan awal, Salim lancar menyetorkan uang hasil penjualan. Kemudian menghilang dengan membawa kabur uang sebesar Rp 630 juta.
Sahal pun kaget, mengingat tanah kavlingannya sudah laris dan bangunan berdiri di atas tanahnya, tapi belum menerima uang penjualan. Akhirnya ia melaporkan kasus ini dengan menunjuk pengacara.
Salim saat ditanyai juga bingung, ia lupa uang ratusan juta yang dibawa lari selama setahun digunakan untuk apa saja. Yang jelas, ia sudah tidak memiliki uang saat ini.
Selain beberapa korban, anggota kepolisian pun datang ikut memediasi kejadian ini. Tampak raut wajah Sahal cukup kesal, kesabarannya sudah habis, melihat ulah rekan kerjanya itu.
"Salim harus mengembalikan uang itu hari ini, kalau tidak saya laporkan ke polisi karena penggelapan," ucapnya.
Salim pun akhirnya buka suara, uang tersebut ia gunakan untuk foya-foya. Sebagai jaminan ia terpaksa menyerahkan rumah dan sepeda motor miliknya. Namun masih kurang.
"Cuma ada sertifikat rumah sama sepeda motor saja," pungkasnya.