Breaking News:

Berita Malang

Sosialisasi AKM Pengganti Unas, Asah Literasi Tetapi Minim Konten

Anggaran sudah disiapkan sebesar Rp 358,2 miliar untuk AKM dan akreditasi, dan Rp 120,2 miliar untuk pendampingan daerah.

surya/sylvianita widyawati
Kegiatan sosialisasi AKM (Asesmen Kompetensi Minimal) di SDN Klojen Kota Malang, Kamis (10/9/2020). 

SURYA.CO.ID, MALANG - Model kegiatan pengganti ujian nasional (unas) yaitu AKM (Asesmen Kompetensi Minimum) yang diperkenalkan Kemendikbud, telah mulai disosialisasikan ke proktor sekolah di Malang sejak Kamis (10/9/2020) lalu.

Meski belum begitu familiar, sosialisasi AKM tetap dijalankan dengan penerapan awal pada siswa kelas 5 SD, meski seharusnya dilakukan pada siswa SD, SMP, dan SMA-SMK. Penerapan AKM ini memunculkan sejumlah reaksi.

Haryanto, Kepala SMAN 2 Kota Malang misalnya, melihat bahwa tujuan AKM adalah mengukur kemampuan literasi baca tulis, numerik. Sedang dari sisi konten justru minim atau sedikit.

Karena itulah meski sosialisasi dilakukan, Mendikbud Nadiem Karim saat dengar pendapat dengan Komisi X DPR RI menyatakan AKM masih disempurnakan. Anggaran sudah disiapkan sebesar Rp 358,2 miliar untuk AKM dan akreditasi, dan Rp 120,2 miliar untuk pendampingan daerah.

"Sudah ada sosialisasi, Kamis (10/9/2020). Kalau SD nanti difokuskan buat siswa kelas 5," jelas Budi Hartono, Kepala SDN Kasin Kota Malang kepada Suryamalang.com, Jumat (11/9/2020).

Sekolah ini menugaskan Istiyarto, TU sekolah pada kegiatan sosialisasi bertempat di SDN Klojen. "Kemarin sudah disimulasikan dengan peserta yaitu beberapa proktor SD dan SMP mewakili masing-masing kecamatan di Kota Malang," jelas Budi.

Proktor adalah orang yang bertugas menangani server. Yang disosialisasikan dalam AKM seperti tentang spesifikasi komputer minimal yang bisa digunakan. Kemudian aturan ujian, teknis pelaksanaan di lapangan nanti.

Saat disimulasikan lebih kepada uji coba teknis, setelah diminta mengisi kuisioner tentang segala hal yang berkaitan dengan simulasi. Ujicoba AKM pernah dilakukan pada Februari 2020 pada siswa SMK-SMA saat gladi resik UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) saat itu.

Usai gladi reski langsung muncul AKM. Jumlah soalnya berbeda-beda untuk setiap anak. Ada yang mendapatkan 13, 15 atau 20 soal.

Selain siswa, waktu itu juga ada uji coba untuk para guru sekolah. Salah satu siswa yang ikut ujicoba AKM waktu itu menyatakan AKM mirip TPS (Tes Potensi Skolastik). Lebih pada pemahaman bahasa dan nalar. Selain itu di AKM juga ada survey karakter.

Sebagai catatan, unas telah dibatalkan pemerintah tahun ini saat merebak pandemi Covid-19. Yang sempat melaksanakan unas waktu itu hanya siswa kelas 12 SMK.

Siswa SMA dan SMP sudah tidak ada ujian karena mulai 16 Maret 2020, siswa sudah belajar dari rumah hingga saat ini. Sedangkan siswa SD juga tidak ada ujian sekolah. Hal ini berdampak pada PPDB di mana hanya menggunakan portofolio rapor. ***

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved