Breaking News:

Pilwali Surabaya 2020

Pilwali Surabaya 2020: Dahlan Iri Jiwa Besar Machfud Arifin hingga Mampu Lewati Status OTG

Mantan menteri BUMN Dahlan Iskan iri dan salut jiwa besar bakal calon wali kota Surabaya Machfud Arifin (MA).

Istimewa
Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan bersama Machfud Arifin saat peresmian posko Relawan Machfud Arifin Asli Suroboyo (Remaas), Senin (20/7/2020). 

SURYA.co.id |  SURABAYA - Mantan menteri BUMN Dahlan Iskan iri dan salut jiwa besar bakal calon wali kota Surabaya Machfud Arifin (MA).

Saat dirinya dinyatakan positif dengan status orang tanpa gejala (OTG) covid-19, Machfud penuh semangat dan bisa melewatinya.

 "Luar biasa. Saya mengapresiasi. Ini contoh calon pemimpin mau transparan. Politisi harus begini, terbuka. Saya bersyukur Pak MA mempelopori transparansi kesehatan. Banyak orang malu masalah kesehatan dibuka," kata a Dahlan.

Bos media dan properti ini juga salut dengan jiwa besar penuh teladan MA yang juga mendoakan rival politiknya (Paslon Eri Cahyadi-Armuji). Hal baik karena menjadi contoh.

 "Saya terus terang iri pada Pak MA. Orang yang pernah positif tanpa gejala, tidak perlu opname. Artinya, sudah kebal. Ayo dibagi tipsnya. Kalau suatu saat positif atau orang lain positif, saya mau seperti Pak MA dan Pak Mujiaman," kata Dahlan.

Dalam jumpa pers virtual itu, Dahlan terus meminta MA dan Mijiaman yang pernah positif dan diberi berkah kebal, menghindari covid tanpa gejala.

MA pun menyampaikan bahwa selama isolasi di rumah itu, dirinya selalu tetap olahraga di luar rumah. Makanan sehat dan istirahat cukup.

"Saya selalu minta Bapak minum vitamin. Juga selalu siapkan madu. Tetap besarkan jiwanya dan dukung tetap sehat," timpal Lita Machfud, istri Machfud.

Saat ini kondisi Paslon MA-Mujiaman sudah sehat. Mereka siap memimpin Kota Surabaya maju  kotane, makmur Wargane.

Namun saat tahapan Pilwali ini harus dilalui dengan memerhatikan protokoler kesehatan yang ketat.

Selama ini, MA mengaku bersemangat turun menyapa warga langsung. Ingin mendengar suara warga Surabaya.

Karena pandemi, sebelum ke lokasi sapa warga jika tidak ada protokoler kesehatan tidak mau datang. Timnya akan cek ketat.

"Saya membawa microphone dan peralatan sendiri setiap pertemuan warga. Saya hanya takut saat warga berduyun-duyun berkerumun minta foto selfie. Saya hindari salaman dulu," kata Machfud.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved