Berita Surabaya
Yogo Risnandri, Mahasiswa Perantauan yang Sabet Predikat Wisudawan Terbaik UINSA
Menjadi lulusan terbaik Akademik sekaligus berprestasi khusus dengan IPK 3,79 Cumlaude Yogo mengaku dukungan keluarga cukup besar
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.CO.ID, SURABAYA - Menjadi mahasiswa rantau yang jauh dari orang tua menjadi tantangan untuk menyelesaikan studi.
Namun, Yogo Risnandri berhasil menjadi aktivis dan berprestasi hingga menjadi Wisudawan Terbaik angkatan Ke-91 dari Prodi Hukum Pidana Islam Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya.
“Prestasi tidak selalu dimaknai sebagai juara satu, dua, dan tiga. Namun bersukur atas hasil dari sebuah proses panjang penuh kesungguhan adalah prestasi yang sesungguhnya,” kata pemuda yang pernah menjadi finalis Debat Mahkamah Konstitusi tersebut, Rabu (9/9/2020).
Yogo, sapaan akrabnya kerap tak tidur karena harus menghafal materi kuliah di sela kesibukan organisasinya. Iapun berupaya konsisten dalam berdisiplin.
" Waktunya belajar ya harus jauh dari HP,” jelas anak pertama dari pasangan Sungdari dan Muriswati tersebut.
Di samping tekun dalam belajar, bagi Yogo, keikutsertaan dalam organisasi juga penting untuk melatih jiwa sosial, kepemimpinan, problem solving, serta kemampuan mengambil keputusan.
Karena menurut Yogo, kemampuan membimbing sesama tidak akan didapat hanya pada bangku perkuliahan.
Ia menekankan, menjadi aktivis bukan berarti tidak bisa berprestasi. Keduanya penting dan saling melengkapi.
“Di akademik melatih kemampuan kognitif dan kecerdasan intelektual, sedangkan di organisasi kita mengembangkan jiwa sosial dan kecerdasaan emosional. Kalau keduanya maksimal, mampu diserap dan dimiliki seseorang," ujarnya.
Sebagai pendatang dari pulau Sumatera, Yogo mengenang awal kedatangannya di Surabaya tanpa sanak saudara.
Berangkat dari bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang seorang diri, ia memanfaatkan ojek online untuk menuju kampus UINSA.
“Nyari kos juga sendiri udah kayak orang ilang. Overall, banyak bahagianya ketemu sama orang-orang baru, bahasa, dan budaya baru,” kenang Yogo.
Berbagai prestasi telah diraih Yogo selama menempuh pendidikan di UINSA, mulai dari menjadi finalis dalam lomba debat Mahkamah Konstitusi di Manado setahun silam, Yogo juga kerap kali menyumbang piala kejuaraan untuk kampus dalam kompetisi debat hukum.
Terhitung, sudah empat piala ia kantongi. Salah satunya pada ajang Pionir IX PTKIN Se-Indonesia tahun 2019 di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Bersama tim yang tergabung dalam forum Law Debat Community (LDC) FSH UINSA, dirinya mampu menyabet juara 2 dalam mosi Debat Konstitusi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/aktivitas-yogo-selama-menempuh-pendidikan.jpg)