Breaking News:

Berita Sidoarjo

Calon Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo Dikawal Dua Polisi Selama 24 Jam

Pengamanan superketat bakal diterapkan dalam pelaksanaan Pilkada Sidoarjo 2020. Bahkan, setiap calon akan mendapat pengawalan dua orang polisi

Penulis: M Taufik | Editor: Fatkhul Alami
SURYA.co.id/Ndaru Wijayanto
Kombes Sidoarjo, Pol Sumardji (tengah) 

Editor: Fatkhul Alami

SURYA.co.id | SIDOARJO - Pengamanan superketat bakal diterapkan dalam pelaksanaan Pilkada Sidoarjo 2020. Setiap calon akan mendapat pengawalan dua orang polisi selama 24 jam.

Menurut Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji, pengawalan kepada semua calon yang berkontestasi dalam Pilkada ini akan dimulai setelah ada penetapan dari KPU.

"Setiap calon dua pengawal. Jadi setiap pasangan ada empat personil yang kita tugaskan khusus untuk melakukan pengawalan," kata Sumardji, Senin (7/9/2020).

Di setiap tahapan, disebutnya juga semua sudah dipetakan potensi kerawanannya. Sehingga telah disiapkan pula skema pengamanannya.

Seperti pada masa pendaftaran kemarin, begitu ketat proses pengamanan di KPU. Kemudian saat ada kegiatan di kator partai, petugas juga terus memantau dan berjaga di sekitar lokasi.

"Latpraops sudah kita gelar. Segala kemungkinan sudah kita petakan, dan sudah kita siapkan semua upaya pengamanannya," lanjut perwira asak Nganjuk tersebut.

Secara keseluruhan, ada 1.739 personil Polresta Sidoarjo dikerahkan dalam pengamanan Pilkada ini. Selain itu ada pula dari TNI dan bantuan personil Brimob serta pasukan lain dari Polda Jatim.

Sementara, yang disiapkan sekira 4.000 orang personil. Dan tidak menutup kemungkinan bakal ditambah jika dibutuhkan.

"Kerawanan dalam proses pemungutan suara juga sudah kita petakan. Ada TPS berkatogeri biasa, rawan, dan sangat rawan. Skema pengamanannya pun berbeda," ujarnya.

Satu personil polisi akan berjaga di empat TPS kategori biasa. Untuk TPS rawan, satu personil satu TPS. Dan kategori sangat rawan, dua personil dikerahkan di satu TPS. Mereka juga dibantu TNI, Linmas, dan sebagainya.

Kapolres menyebut, dalam pengamanan Pilkada pihaknya selalu berkordinasi dengan KPU dan Bawaslu. Di setiap tahapan semua dikordinasikan. Termasuk potensi kerawanannnya.

"Termasuk saat kampanye dan potensi kerawanan penyebaran covid-19. Karena Pilkada kali ini digelar di masa pandemi," lanjutnya.

Kapolres mengimbau kepada pasangan calon dan tim pemenangannya agar mewanti-wanti masa simpatisannya agar selalu menjalankan protokol kesehatan. Utamanya ketika masa kampanye.

Jika imbauan itu tidak diindahkan, polisi berjanji bakal menindak tegas pelanggaran itu. "Tidak bisa ditawar. Protokol kesehatan wajib dilaksanakan di semua aktivitas. Termasuk pilkada," tegasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved