Breaking News:

Berita Malang Raya

Pelajar dan Guru di Kota Batu Akan Dapat Bantuan Paket Internet 35 GB dan 42 GB per Bulan

Para pelajar serta guru dan tenaga pengajar di Kota Batu akan mendapat bantuan paket internet dari Kemendikbud RI. Kapan?

surabaya.tribunnews.com/benni indo
Suasana pembelajaran tatap muka selama pandemi Covid-19 di SMAN 2 kota Batu. 

SURYA.co.id | KOTA BATU – Para pelajar serta guru dan tenaga pengajar di Kota Batu akan mendapat bantuan paket internet dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Eny Rachyuningsih menjelaskan, bantuan itu sesuai instruksi Kemendikbud.

"Sesuai surat edaran Mendikbud siswa dan guru akan berikan paket internet untuk kemudahan belajar mengajar. Dindik Kota Batu mengkoordinasikan dengan setiap sekolah," ujar Eny, Senin (31/8/2020).

Dindik Kota Batu telah menugaskan agar satuan pendidikan melengkapi nomor ponsel siswa yang aktif melalui aplikasi Dapodik. Batas akhir pendataan nomor dilakukan hingga 11 September 2020.

"Sudah kami tindak lanjuti ke selah-sekolah. Kepsek harus menginformasikan dan melengkapi nomor pelajar yang aktif melalui aplikasi Dapodik. Masing-masing sekolah harus bergerak. Kami tugasnya hanya mendorong agar segera diselesaikan," terangnya.

Jumlah siswa yang bakal mendapat paket data meliputi 32 SMP/MTS baik negeri atau swasta dengan jumlah siswa 10 ribu. Lalu ada 93 SD dengan siswa berjumlah sekitar 18 ribu, dan SMA/SMK sekitar 36 ribu siswa. Rinciannya, setiap bulan siswa akan mendapat 35 GB per bulan. Sedangkan untuk guru akan mendapat kuota 42 GB per bulan.

Sejumlah sekolah di Kota Batu telah menggelar pembelajaran tatap muka. Mulai tingkat SD hingga SMA. Seperti di SDN 4 Gunung Sari dan SMA N 2 Batu. Kedua sekolah tersebut menggelar pembelajaran tatap muka dengan protokol kesehatan yang ketat.

Kemendikbud RI menganggarkan Rp 9 triliun untuk menyalurkan bantuan kuota internet. Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan, subsidi kuota internet akan dikerahkan selama tiga sampai empat bulan ke depan. "

Ini yang akan kami kerahkan untuk pulsa atau kuota data bagi siswa, guru, mahasiswa, dosen selama tiga empat bulan ke depan. Ini kami akselerasi secepat mungkin biar bisa cair," ujar dia, dikutip dari kompas.com.

Menurut dia, selama ini pihak Kemendikbud berupaya untuk mendapatkan anggaran tambahan untuk menjawab kecemasan masyarakat selama masa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Kemendikbud juga memberikan tunjangan profesi untuk guru, tenaga kependidikan, dosen dan guru besar sebesar Rp 1,7 triliun.

Penulis: Benni Indo
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved