Rabu, 3 Juni 2026

Berita Lamongan

Pohon Pisang Unik di Lamongan, Cuma Setinggi Ini Tapi Sudah Berbuah

Pohon pisang di Lamongan ini barangkali termasuk tumbuhan yang unik dan dinilai tak wajar.

Tayang:
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Hanif Manshuri
Pohon pisang unik milik Masroin yang jadi pusat perhatian warga Dusun Mencorek, Desa Sendangharjo, Kecamatan Brondong, Lamongan, Sabtu (8/8/2020). 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN- Pohon pisang di Lamongan ini barangkali termasuk tumbuhan yang unik dan dinilai tak wajar.

Biasanya, pisang itu berbuah setelah berusia sekitar 5 hingga 6 bulan dengan ketinggian yang umum. Namun tidak dengan pohon pisang milik Masroin (40), seorang warga Dusun Mencorek, Desa Sendangharjo, Kecamatan Brondong, Lamongan ini.

Sebab, pohon pisang dengan ukuran kerdil ini sudah mengeluarkan jantung pisang yang siap untuk berbuah.

Pohon pisang ini diriwiyatkan pemiliknya, bermula ketika dirinya menanam dua bibit pohon pisang di pekarangan rumahnya, sekitar 3-4 bulan yang lalu.

"Saya tanam pisang seperti umumnya saja. Dua pohon pisang jenis candi yang tanam, dengan bibitnya sama," katanya, Sabtu (8/8/2020).

Bibit pohon pisang waktu ditanam, tingginya sama-sama 1 meter. Dua- duanya pun tumbuh. Hanya saja kemudian kedua pohon pisang itu tidak tumbuh normal, lantaran bagian ujungnya kerap dimakan ayam hingga batang pohonnya habis.

"Maklum di kampung saya banyak ayam, " katanya.

Meski habis dimakan ayam, kedua pohon pisang tetap tumbuh dengan kondisi satu di antaranya tidak normal.

Muncul keanehan, pohon pisang yang tidak normal malah keluar jantungnya, sementara yang tumbuh normal hanya muncul dahan dan daun saja.

"Jadi sama-sama dimakan ayam sampai habis, tapi yang satu tumbuhnya tetap normal, tapi satunya aneh, begitu tumbuh langsung keluar jantung pisangnya," ungkap Masroin.

Batang pohon pisang yang sudah berbuah tersebut tetap tumbuh yang tingginya hanya 40 sentimeter.

Tumbuh bak besar pasak dari tiangnya, hingga batang pohonnya tidak mampu menahan beban jantung pisang, terpaksa harus ditopang dengan penyangga dan diikat.

Yang kelihatan, hanya ada sedikit batang pohon dan jantung pisangnya menjuntai ke tanah.

Hanya saja, jantung pisang yang dihasilkan dari pohon pisang tersebut tidak sebesar pohon yang tumbuh normal.

Nampak, dalam satu sisir hanya berisi 3 buah pisang.

"Nggih, saya juga heran, " ungkapnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved