Selasa, 28 April 2026

Berita Surabaya

Seniman dan Wedding Organizer Berunjuk Rasa, Usung Peralatan Manten ke Balai Kota Surabaya

Seniman panggung, seniman tradisional dan penyelenggara pernikahan turun ke jalan ikut berunjuk rasa di Balai Kota Surabaya.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Nuraini Faiq
Perkakas dan perlengkapan untuk pernikahan atau mantenan diusung massa saat menggelar aksi unjuk rasa di Balai Kota Surabaya, Rabu (5/8/2020). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Seniman panggung, seniman tradisional dan penyelenggara pernikahan turun ke jalan ikut berunjuk rasa di Balai Kota Surabaya.

Bahkan, mereka juga mengusung perkakas dan perlengkapan untuk pernikahan atau mantenan ke kantor Wali Kota Surabaya.

Belasan mobil pengangkut perlengkapan khusus pernikahan diparkir di Jalan Sedap Malam. Persis di depan rumah dinas atau kediaman Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.

"Kami tak berani menggelar acara pernikahan di Surabaya takut dibubarkan. Kami berharap kami diizinkan kembali menggelar hajatan dan even pernikahan," kata Anang, salah satu pemilik wedding organizer.

Wedding event saat ini mandek setelah ada ketentuan protokoler corona dengan mengacu pada Perwali 33/2020.

Tidak hanya pelaku wedding planner, seniman musik hajatan dari grup Kamanjaya, Lakarsantri juga kecewa atas pemberlakuan aturan hajatan di Surabaya.

"Ini saatnya kami banyak pesanan karena bukan nikah, bulan Besar (Jawa). Juga ini momen Agustusan, kami biasanya manggung. Saat ini kami dilarang," kata Sugiyo, seniman musik hajatan.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved