Pilkada Surabaya
PKB Jatim: Didukung NU dan Mayoritas Partai, Machfud Arifin Harus Menang di Pilkada Surabaya
PKB Jawa Timur menyebut pilkada Surabaya masuk prioritas untuk dimenangkan. Apalagi Machfud Arifin didukung NU dan mayoritas partai
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Eben Haezer Panca
SURYA.co.id | SURABAYA - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Timur menyebut pilkada Surabaya masuk prioritas untuk dimenangkan. PKB bahkan menyebut dukungan Nahdlatul Ulama (NU) telah mereka peroleh.
Hal ini disampaikan Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Jatim, Anik Maslachah.
Menurutnya, mayoritas kiai di NU telah mendukung Bakal Calon Wali Kota Surabaya yang diusung partainya, Machfud Arifin.
"Jajaran kiai NU hampir 100 persen (mendukung). Kalau sudah demikian maka harus bersama membuat NU menang," kata Anik di Surabaya.
Selain dukungan NU, Machfud Arifin juga didukung koalisi delapan partai. Apabila membandingkan dengan hasil pemilu 2019, jumlah ini setara dengan 830 ribu suara.
Jumlah tersebut apabila menjadi pemilih loyal maka akan menjadi modal positif di pemungutan suara Desember mendatang.
"Hak pilih di Surabaya memang 2 juta pemilih. Namun, apabila memperhitungkan persentase partisipasi di angka 60-70 persen, maka untuk menang tinggal mengumpulkan sekitar 400 ribu agar mencapai 1,2 juta," katanya.
Pertimbangan lainnya, kapasitas dan popularitas Machfud Arifin. "Pak Machmud berani mendirikan masjid dan rumah sakit selama menjadi Kapolda Jatim. Beliau akan menjadi pilihan masyarakat Surabaya dan akan membuat Surabaya semakin religius," katanya.
Kemenangan di Pilkada juga menjadi ikhtiar bagi PKB untuk meningkatkan kursi di Pileg.
"Kalau mau menambah kursi secara signifikan ya harus memiliki posisi di eksekutif. Ini target bersama dengan beberapa daerah lain," tegas Anik yang juga Wakil Ketua DPRD Jatim ini.
Dukungan NU menjadi salah satu alasan PKB memberikan rekomendasi kepada Machfud Arifin di Pilkada Surabaya. Sebelumnya, PKB Jatim menyebut 19 daerah penyelenggara pilkada di Jawa Timur, seluruhnya merupakan kader Nahdlatul Ulama (NU).
"Seratus persen wajib dari NU. Sekalipun, bukan dari PKB," kata Wakil Sekretaris DPW PKB Jawa Timur, Fauzan Fuadi ketika dikonfirmasi di Surabaya.
Menurutnya, ada beberapa kategori kader NU yang akan diusung partainya. Pertama, figur yang memang besar di kalangan Nahdliyin.
"Tentu, kami memprioritaskan bakal calon yang telah berjuang bersama NU. Baik yang struktural maupun dari yang kultural," kata Fauzan yang juga Ketua Fraksi PKB di DPRD Jatim ini.
Kategori lainnya, figur yang belum bergabung dengan Nahdliyin namun memiliki komitmen membesarkan NU. "Kalau belum NU, kami "NU-kan"," kata Fauzan menambahkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/bakal-calon-wali-kota-surabaya-machfud-arifin-ma-membahas-pembangunan.jpg)