Breaking News:

Berita Malang Raya

Dijadikan Terminal Wisata, Terminal Madyopuro Jadi Gerbang dari Kota Malang ke Bromo

Pelaksanaan pembangunan tidak jadi dilakukan tahun ini. Selain terbatasnya waktu, juga masih masa pandemi Covid-19

surya/rifky edgar
Terminal Madyapuro Kota Malang yang akan dijadikan terminal wisata oleh Pemerintah Kota Malang, Sabtu (1/7). 

SURYA.CO.ID, MALANG - Titik keberangkatan atau starting poin arus wisata dari Kota Malang menuju kawasan Pengunungan Bromo, Tengger, Semeru (BTS) selama ini belum ada. Sehingga, rencana untuk menjadikan Terminal Madyopuro Kota Malang sebagai terminal wisata merupakan konsep yang dianggap ideal.

Terminal Madryopuro yang terletak tidak jauh dari gerbang Tol Malang - Pandaan (Mapan) tersebut memang semakin sepi angkutan dan penumpang. Selama ini hanya beberapa mikrolet yang mangkal dan membawa penumpang, sisanya hanya terlihat para PKL.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Handi Priyanto menyampaikan, rencana pembangunan terminal wisata tersebut seharusnya direncanakan tahun ini. Anggaran yang digunakan mencapai Rp 4 Miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Pariwisata.

"Secara teknis yang mendapatkan DAK tersebut adalah Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar). Tetapi nanti yang mengelola tetap kami," kata Handi, Sabtu (1/7).

Konsep dari terminal wisata dan rest area yang disampaikan Handi telah direncanakan sebelumnya. Terminal wisata itu nantinya akan didesain agar masyarakat yang berkunjung ke Kota Malang bisa beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.

Terminal wisata Madyopuro, dikatakan Handi, akan menjadi starting poin pemberangkatan mobil jeep yang akan mengantarkan penumpang ke Bromo. Selain itu, adanya terminal wisata Madyopuro juga menjadi sisi positif untuk keberlangsungan angkutan umum (mikrolet) di Kota Malang.

Di mana mikrolet nantinya bisa mengangkut wisatawan dari hotel maupun Stasiun KA untuk nantinya diturunkan di terminal wisata Madyopuro.

"Starting point ke Bromo dari Kota Malang sampai saat ini belum ada. Makanya kami manfaatkan terminal Madyopuro sebagai terminal wisata. Karena adanya terminal wisata ini memiliki multiplyer effect yang bagus," ucapnya.

Hanyak rencana pembangunan terminal wisata Madyopuro sulit direalisasikan tahun 2020 ini karena terkendala waktu. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Disporapar Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni, Sabtu (1/7).

"Sepertinya tahun ini belum bisa terealisasi. Karena tidak cukup waktu, kami akan mengusulkan tahun depan," ucap perempuan yang akrab disapa Dayu tersebut.

Dayu menjelaskan, Disporapar mendapatkan DAK)dari Kementrian Pariwisata senilai Rp 4 miliar. DAK akan digunakan untuk membangun terminal wisata Madyopuro senilai Rp 3,2 miliar, sisanya digunakan untuk membangun jalan di sekitaran Pura Kedungkandang.

Akan tetapi, pelaksanaan pembangunan tidak jadi dilakukan tahun ini. Selain terbatasnya waktu untuk pelaksanaan pembangunan dan lelang, juga masih masa pandemi Covid-19. "Kami akan usulkan tahun depan. Karena selain nanti dijadikan transit, juga akan menjadi rest area penunjang wisata ke Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS)," ucapnya. (rifky edgar)

Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved