Breaking News:

Virus Corona di Trenggalek

Kasus Virus Corona Melonjak Jadi 90, Jubir GTPP Trenggalek: Kita Belum Aman dari Covid-19

Kasus Covid-19 di Kabupaten Trenggalek melonjak. Dalam rentang 26-30 Juli 2020, ada tambahan 16 kasus baru. Sehingga total mencapai 90 kasus Covid-19

SURYA.CO.ID/Aflahul Abidin
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Trenggalek, Murti Rukiyandari. 

SURYA.CO.ID, TRENGGALEK - Kasus virus Corona (Covid-19) di Kabupaten Trenggalek melonjak. Dalam rentang 26-30 Juli 2020, ada tambahan 16 kasus baru. Sehingga total mencapai 90 kasus Covid-19 di wilayah itu.

Kabupaten Trenggalek pun mencatatkan kasus kematian pertama akibat Covid-19.

Pasien yang meninggal yakni nomor urut 65 asal Kecamatan Watulimo.

Di sisi lain, jumlah pasien yang sembuh dalam rentang yang sama mencapai tujuh orang.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Trenggalek, Murti Rukiyandari menerangkan, kasus-kasus baru berasal dari berbagai klaster.

Ada yang dari klaster luar kota, perjalanan, keluarga dan klaster yang kemungkinan potensi tertular masih harus dikaji.

Pasien baru Covid-19 juga dalam berbagai kondisi. Mulai dari pasien tanpa gejala, gejala ringan dan gejala berat.

"Dengan demikian, pasien yang sembuh berjumlah 61 orang. Sebanyak 28 pasien masih menjalani perawatan," kata Murti.

Pada data penambahan kasus itu, terdapat dua pasien baru asal Kecamatan Bendungan. Ini membuat seluruh wilayah di 14 kecamatan di Trenggalek telah terpapar Covid-19.

"Karena itu, kita semua belum aman dari Covid-19," sambung Murti.

Maka, ia meminta seluruh warga untuk terus berhati-hati meski kini memasuki era adaptasi kebiasaan baru.

Ia juga meminta seluruh warga tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan dalam beraktivitas. Lebih-lebih aktivitas di luar rumah.

Sementara Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin menegaskan, check point masih akan terus dipertahankan hingga waktu yang belum ditentukan.

"Bisa sampai akhir tahun, bisa sampai vaksin ditemukan," kata Mas Ipin, sapaan akrabnya.

Menurutnya, check point tetap harus dipertahankan. Pasalnya, tempat itu menjadi salah satu filter untuk mencegah penularan Covid-19 makin meluas.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved