Breaking News:

Idul Adha 2020

Razia Hewan Kurban di Lamongan, Banyak Kambing Belum Cukup Umur

Dari beberapa kali sidak di tempat penjualan hewan kurban, selalu ada hewan yang usianya belum memenuhi syarat menjadi hewan kurban

surya/hanif manshuri
Kedisnakeswan, Sukriyah mendampingi petugas saat sidak hewan kurban yang dijual di sejumlah tempat, Rabu (29/7/2020). 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Pemeriksaan atas kelayakan ternak yang dijual untuk kurban pada Idul Adha, Jumat (31/7/2020), semakin intensif dilakukan petugas Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Lamongan.

Dari razia di beberapa tempat penjualan hewan, Rabu (29/7/2020), petugas kembali menemukan hewan kurban, khususnya kambing, yang belum cukup umur. Seperti ketika pemeriksaan di tempat penjualan hewan di sisi Barat Pasar Sidoharjo.

Dijelaskan Kepala Disnakeswan Lamongan, Sukriyah, sebenarnya temuan hewan belum cukup umur tetapi sudah dijual, sudah beberapa kali ditemukan. Karena umur merupakan syarat yang harus diperhatikan, selain kondisi kesehatan hewan kurban, sebelum layak dijual.

"Sebenarnya umur hewan memang bukan kewenangan kami, tetapi harus diketahui bahwa ciri hewan cukup umur untuk kurban adalah, sudah ada gigi powel (lepas). "Kalau kambing harus sudah berumur setahun, dan sapi berumur dua tahun agar layak dijadikan kurban," kata Sukriyah.

Sukriyah mengungkapkan, dari beberapa kali sidak di tempat penjualan hewan kurban, selalu ada calon hewan kurban yang usianya belum memenuhi syarat syar'i menjadi hewan kurban.

"Di beberapa tempat memang ada hewan yang kami temukan belum cukup umur. Ada beberapa yang tidak memenuhi persyaratan karena giginya belum powel," ungkap Sukriyah.

Menurut Sukriyah, kebanyakan yang belum mememuhi syarat usia didominasi kambing. Pihaknya pun meminta penjual agar menyampaikannya kepada calon pembeli, supaya tidak salah membeli.

Petugas Disnakeswan melakukan razia dari pedagang satu ke pedagang lain untuk memeriksa kondisi hewan kurban. "Sudah kami lakukan selama dua minggu dengan waktu acak," kata Sukriyah.

Sampai sejauh ini, lanjutnya, pihaknya belum menemukan hewan kurban yang sakit. Sukriyah juga memberikan imbauan kepada penjual dan calon pembeli agar senantiasa menerapkan protokol kesehatan.

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved