Minggu, 26 April 2026

Berita Madiun

Ratusan Kader dan Simpatisan PDIP Kota Madiun Peringati Peristiwa Kudatuli

Ratusan kader dan simpatisan PDI Perjuangan Kota Madiun menggelar renungan malam dan aksi tabur bunga memperingati peristiwa Kudatuli.

Penulis: Rahadian Bagus | Editor: Eben Haezer Panca
ist
Kader dan simpatisan PDI Perjuangan Kota Madiun, memperingati peristiwa Kudatuli. 

SURYA.co.id|MADIUN - Ratusan kader dan simpatisan PDI Perjuangan Kota Madiun menggelar renungan malam dan aksi tabur bunga memperingati peristiwa kerusuhan dua puluh tujuh Juli atau yang dikenal dengan peristiwa Kudatuli, Minggu (26/7/2020) malam.

Peringatan peristiwa yang terjadi pada 27 Juli 1996 itu diawali dengan acara renungan malam dan doa bersama di kantor DPC PDIP Kota Madiun, Jalan Mayjend DI Panjaitan, Kota Madiun.

Sejumlah saksi sejarah peristiwa politik perlawanan rakyat melawan rezim orde baru yang dipimpin Soeharto, juga tampak menghadiri acara tersebut.

Ketua DPC PDIP Kota Madiun, Anton Kusumo mengatakan peristiwa Kudatuli harus dikenang karena banyak memakan korban jiwa dan luka-luka dari kalangan kader dan simpatisan PDI pro Megawati.

“Dengan peringatan peristiwa 27 Juli 1996 ini, kami kembali menegaskan bahwa PDIP adalah partai yang solid dalam mengawal demokrasi. Seluruh kader dan simpatisan partai wajib mengambil pelajaran dari peristiwa berdarah itu,” tegas Anton.

Anton mengatakan, peristiwa Kudatuli merupakan peristiwa pengambilalihan secara paksa kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia (PDI) di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat yang saat itu dikuasai pendukung Megawati. Penyerbuan dilakukan massa pendukung Soerjadi (ketua umum versi kongres PDI di Medan).

Usai menggelar renungan dan doa bersama, acara dilanjutkan dengan tabur bunga di beberapa titik ruas jalan Kota Madiun, serta ziarah ke makam para saksi sejarah yang menjadi korban persitiwa kelam itu. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved