Breaking News:

Berita Kota Malang

Pemkot Malang Seharusnya Stop Pembangunan Tiga Proyek Mercusuar

Pemkot Malang harus melakukan riset audit terlebih dahulu sebelum membuat sebuah kebijakan.

Pemkot Malang Seharusnya Stop Pembangunan Tiga Proyek Mercusuar
surya/nedi putra aw
Jembatan Kedungkandang, Kota Malang

SURYA.CO.ID, SURYA - Tiga proyek besar milik Pemkot Malang yang dibangun selama pandemi Covid-19 mendapatkan banyak perhatian dari masyarakat. Pasalnya, proyek mercusuar itu dilakukan dengan menggelontorkan anggaran puluhan miliar meski di tengah masa krisis.

Tiga proyek tersebut ialah Flyover Jembatan Kedungkandang, Block Office Mini dan Islamic Center tahap I. Pemerhati kebijakan publik, Luthfi J Kurniawan menyarankan pemkot agar ketiga proyek tersebut seharusnya dihentikan terlebih dahulu karena masih dalam pandemi.

Luthfi juga menilai pemkot Malang tergesa-gesa dalam mengambil kebijakan. "Dari proses politik, ketiga proyek itu tergesa-gesa, ditambah dikerjakan pada masa pandemi Covid-19," kata Luthfi, Jumat (24/7).

Pria yang juga pendiri Malang Corruption Watch (MCW) itu menyampaikan, bahwa Pemkot Malang harus melakukan riset audit terlebih dahulu sebelum membuat sebuah kebijakan.

Riset tersebut di antaranya dilakukan melalui konsultasi publik dengan mekanisme pendekatan struktural kepada kelompok atau orang-orang yang benar-benar membutuhkan proyek tersebut.

Karena hal tersebut berkaitan azas pemanfaatan yang berimplikasi kepada kepentingan masyarakat. "Dari hasil riset kebutuhan publik itulah baru di formulasikan untuk melihat kebutuhan masyarakat apa saja. Itu saya rasa penting dilakukan," ucapnya.

Selanjutnya, Luthfi menyampaikan, bahwa saat pandemi Covid-19 ini seharusnya seluruh pelaksanaan proyek pembangunan fisik harus dihentikan. Pasalnya pemerintah pusat telah menginstruksikan agar pemda melakukan recofusing anggaran penanganan Covid-19.

Karena itu Pemkot Malang diminta lebih fokus dalam menyelesaikan kasus Covid-19 di Kota Malang. Mengingat pembangunan ketiga proyek mercusuar tersebut bukanlah kebutuhan yang sangat mendesak.

"Fokus pemkot seharusnya menyelesaikan pandemi Covid-19 karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Jadi proyek itu harus dihentikan. Dan angggaran bisa dialihkan untuk jaring pengaman sosial, warga terdampak pandemi, kesehatan warga dan ketersediaan kebutuhan pokok warga," terangnya.

Selain itu, Luthfi menilai yang harus dilakukan Pemkot Malang saat ini sebaiknya fokus kepada pelayanan publik. Bukan kepada bentuk bangunan fisik yang proses pengerjaannya sedang berlangsung.

"Seperti Block Office Mini, saya kira tidak dibutuhkan sekarang. Karena kondisi existing bangunan yang sebenarnya masih bisa digunakan untuk pelayanan. Begitu juga Islamic Center yang lebih baik anggarannya digunakan untuk memakmurkan masjid-masjid di Kota Malang," tandasnya. (rifky edgar)

Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved