Breaking News:

Berita Banyuwangi

VIDEO Melihat Proses Pengolahan Unagi Banyuwangi yang Merupakan Kualitas Terbaik Dunia

Sidat atau unagi Banyuwangi ini salah satu dengan kualitas terbaik dan nilai ekspornya termasuk yang paling mahal di Indonesia.

SURYA.CO.ID, BANYUWANGI - Banyuwangi selama ini dikenal sebagai daerah penghasil ikan sidat atau unagi terbaik di Indonesia.

Salah satu tempat budidaya dan pengolahan unagi dikelola PT Iroha Sidat Indonesia (ISI), kelompok usaha PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA).

Sidat Banyuwangi ini salah satu dengan kualitas terbaik dan nilai ekspornya termasuk yang paling mahal di Indonesia.

Dengan produksi mencapai 100 ton per tahun, harganya mencapai Rp 500 ribu per kilogram untuk unagi siap saji.

Unagi dari Banyuwangi ini dikirim ke berbagai negara, terutama Jepang.

Banyuwangi dikenal sebagai daerah penghasil unagi dengan kualitas terbaik di Indonesia.
Bahkan Banyuwangi dijadikan pilot project taman tecnologi (technopark) pelatihan budidaya sidat dan sebagai inkubator pertama di Indonesia oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan sejak 2014.

Banyuwangi dijadikan pusat pengembangan sidat karena air bakunya berkualitas. Kementerian pernah mengadakan riset, bahwa per 25 miligram sampel air di Banyuwangi hanya mengandung 10 ribu koloni bakteri. Angka itu jauh lebih kecil dibanding daerah lainnya yang bisa mencapai ratusan ribu koloni bakteri.

Head of Aquaculture Division JAPFA, Ardi Budiono menyampaikan, total luas area pengembangan unagi di Desa Bomo tersebut seluas 45 hektar dengan fasilitas tambak budidaya, processing, serta cold storage.

Selain menyelenggarakan proses produksi terintegrasi, pihaknya menerapkan budidaya sidat yang berkelanjutan.

“Kami selalu memastikan bahwa sidat yang kami budidayakan akan kami kembalikan ke alam. Sejak tahun 2015, kami mengembalikan lebih dari 250 ribu ekor sidat ke habitatnya,” kata Ardi.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas menyampaikan, selain dikembangkan oleh perusahaan, unagi juga mulai dikembangkan oleh pembudidaya rakyat.

Beberapa tahun lalu, hanya korporasi yang mengembangkan sidat di Banyuwangi. Namun, melihat potensinya, kini kelompok pembudidaya ikan rakyat mulai tertarik mengembangkannya.

“Saat ini, sudah ada kelompok pembudidaya sidat yang berkembang di Banyuwangi. Pembudidaya rakyat ini juga sudah melakukan ekspor, meskipun masih dalam skala kecil,” kata Anas.

Anas menambahkan untuk pengembangan sidat memang butuh treatment khusus. Namun kondisi perairan Banyuwangi sendiri sangat mendukung dan harga sidat lebih menjanjikan dibandingkan komoditas perikanan lainnya.

“Karena prospeknya besar, kami terus mendorong warga untuk membudidayakan sidat. Semoga bisa terus berkembang, menjadi instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambah Anas.

Penulis: Haorrahman
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved