Virus Corona di Trenggalek

Begini Cara Pengelolaan Limbah Medis Covid-19, Berbeda dari Limbah B3 Lain

Limbah medis infeksi Covid-19 dikelola dengan cara yang berbeda dengan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) lain.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/aflahul abidin
Petugas menggunakan alat pelindung diri ketika menangani limbah infeksi Covid-19 di TPS B3 RSUD dr Soedomo Trenggalek. 

SURYA.CO.ID, TRENGGALEK - Limbah medis infeksi Covid-19 dikelola dengan cara yang berbeda dengan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) lain.

Limbah medis ini ditangani secara khusus dengan tenaga yang juga khusus.

Hal tersebut misalnya dilakukan di RSUD dr Soedomo, Kabupaten Trenggalek.

Kepala Instalasi Pemeliharaan Sarana (IPS) RSUD dr Soedomo, Oktora Sandy, mengatakan, pihaknya menyediakan tempat pembuangan sementara limbah B3 di rumah sakit untuk menampung limbah medis Covid-19.

Tak hanya limbah dari pasien yang dirawat di rumah sakit, tempat itu juga menampung limbah dari ruang isolasi yang berada di Asrama Balai Diklat setempat.

"Ada prosedur khusus dalam mengelola limbah pasien Covid-19 di RS dan di tempat karantina. Mulai dari penanganan hingga ke tempat pembuangan," kata Oktora.

Limbah dari wabah Covid-19 ini terbagi menjadi tiga jenis.

Pertama limbah makanan bekas pasien, injeksi, dan obat-obatan.

Kedua, limbah padat yang dipakai petugas dan pasien.

Limbah ini seperti baju hazmat, masker, dan alat pelindung diri lain.

"Limbah infeksius ini nantinya dikemas di kantong kresek berwarna kuning. Dibungkus styrofoam, diberi label, dan dimasukkan ke safety box," sambung dia.

Ketiga, yakni limbah cair yang berasal dari kamar mandi pasien Covid-19.

Penanganan limbah ini menggunakan instalasi pengelolaan air limbah yang mengacu aturan dalam Peraturan Menteri Kesehatan.

Petugas yang mengangani limbah tersebut, kata dia, juga menggunakan pakaian khusus.

Dia bilang, petugas harus memakai alat pelindung diri level dua.

Di tempat penampungan sementara libah itu, petugas rutin menyemprotkan cairan disinfektan saban hari.

Itu dilakukan sambil menunggu pengangkutan limbah sepekan sekali.

"Pengangkutan ini melibatkan pihak ketiga," ucap Oktara.

Ia menekankan, penanganan limbah infeksi Covid-19 memang cukup ketat.

Hal ini untuk meminimalisir risiko penularan.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved