Breaking News:

Lipsus

Kisah Ladies Club di Masa Transisi New Normal, Nina: Rasa Takut Corona itu Sirna saat Lihat Anak

Kamis minggu lalu, Nina mendapat pesanan dari seorang pria untuk menemani di Luxor Night Club, Jalan Pahlawan, Surabaya.

foto: danendra/febrianto ramadani
Petugas keamanan Luxor Night Club memeriksa suhu tubuh pengunjung di pintu masuk. Para pengunjung juga diwajibkan mencuci tangan dan menggunakan masker, Kamis (18/6/2020). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Selama dua bulan terakhir Nina (bukan nama sebenarnya) (28) dirundung pilu. Sebab, ladang pekerjaannya tutup sementara selama pandemi. Ia pun tak mendapat uang pemasukan sama sekali.

Sejak berpisah dengan suaminya beberapa bulan lalu, Nina merantau dari Tretes ke Surabaya.

Di Surabaya, Nina terpaksa 'terjun' di dunia malam. Ia bekerja menjadi LC (Ladies Club).

Lokasi klub yang ia singgahi tergantung permintaan pelanggan.

"Saat klub-klub tutup sementara, saya mengandalkan uang tabungan untuk kebutuhan keluarga. Saat ini, saya tak ada pekerjaan lain selain menjadi LC. Saya jadi LC baru 2 Minggu sebelum Covid-19 meraja lela. Inginnya mencoba usaha lain tapi tak punya modal," katanya pada Surya Kamis (18/6/2020).

Di masa transisi new normal, beberapa klub di Kota Surabaya kembali buka. Tentu, pengelola klub harus mematuhi sejumlah syarat terkait protokol kesehatan.

Nina akhirnya bisa mengais pundi-pundi uang kembali.

Kamis minggu lalu, Nina mendapat pesanan dari seorang pria untuk menemani di Luxor Night Club, Jalan Pahlawan, Surabaya. Perjamnya, Nina mendapat bayaran Rp 60 ribu.

"Saya baru mulai bekerja lagi Kamis Minggu lalu. Saya hanya dapat satu pelanggan. Pendapatan perbulan tak menentu, saya tak menghitung secara pasti. Pesanan paling ramai saat hari libur dan akhir pekan," kata ibu satu orang anak ini.

Kendati Kota Surabaya memasuki masa transisi new normal, bukan berarti Covid-19 telah hilang.

Oleh sebab itu, Nina mengungkapkan masih ada perasaan takut tertular Covid-19 ketika kembali bekerja.

"Namun, perasaan itu sirna ketika saya memikirkan anak dan keluarga. Kalau saya tak bekerja anak dan keluarga tak bisa makan. Yang terpenting, saya mematuhi protokol kesehatan dengan mengenakan masker dan handsanitizer saat bekerja. Ketika sampai rumah saya langsung ganti pakaian," pungkasnya.

Nina pun berharap agar Covid-19 segera mereda. Itu agar dia bisa bekerja seperti sediakala, tanpa ada perasaan was-was. (danendra /febrianto ramadani)

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved