Virus Corona di Jawa Timur

Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jatim : Banyak Masyarakat yang Tidak Percaya Covid-19

Joni menjelaskan, virus Sars Cov-2 memang tidak terlihat dengan kasat mata, namun dampaknya sudah sangat terlihat.

surya.co.id/ahmad zaimul haq
Ratusan warga saat mengikuti rapid dan swab test massal gratis yang digelar Pemkot bekerjasama dengan Badan Intelijen Negara (BIN) RI, Jumat (29/5/2020) di halaman Siola. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur, Joni Wahyuhadi menyayangkan jika masih ada masyarakat yang tidak percaya dengan keberadaan Covid-19.

Joni menjelaskan, virus Sars Cov-2 memang tidak terlihat dengan kasat mata, namun dampaknya sudah sangat terlihat.

Terbaru, salah satu dokter di Kabupaten Sampang, Denny Dwi Yuniarto meninggal dunia setelah terpapar Covid-19.

"Ortunya telepon ke saya menurut dia positif, mertuanya juga meninggal karena Covid-19. Istrinya juga sedang sakit. Oleh karena itu ini (Covid-19) tidak main-main," kata Joni, Senin (15/6/2020).

Joni menjelaskan tingkat penularan Covid-19 sangat tinggi, jika tidak mengenakan masker dan tidak physical distancing dengan orang yang terpapar Covid-19, dipastikan orang tersebut akan tertular.

Lebih lanjut, terkait banyaknya masyarakat yang tidak mau menerima protokol pemakaman jenazah Covid-19 menurut Joni, pemerintah daerah harus terus menerus melakukan sosialisasi.

"Ada sebagian masyarakat yang tidak mau menerima, karena memang ini sesuatu yang tidak lazim. Jenazah dimasukkan peti, keluarga tidak melihat hingga dikuburkan," kata Dirut RSUD dr Soetomo Surabaya ini.

"Bahkan ada yang bilang di-covidkan. Itu tidak ada, karena saya kira untuk menentukan Covid-19 kawan-kawan di rumah sakit sudah ada buku pedomannya," lanjutnya.

Masih menurut Joni, pedoman untuk pemulasaraan jenazah dan pengelolaan jenazah sampai kubur sebenarnya sudah ada, tinggal Dinkes di setiap daerah yang harus lebih masif melakukan sosialisasi agar sedikit demi sedikit masyarakat bisa menerima.

"Aparat kemanan sejak awal juga sudah berkomitmen untuk mengamankan pemulasaraan ini. Karena kalau tidak dikelola dengan benar maka bisa tertular kemana-mana," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved