FAKTA TERBARU Aulia Kesuma, Istri Sadis yang Bakar Suami dan Anak Tirinya Divonis Tembak Mati
Berikut ini fakta-fakta terbaru kasus Aulia Kesuma, istri cantik namun berhati sadis yang bakar suami dan anak tirinya. Divonis tembak mati.
SURYA.CO.ID, JAKARTA - Berikut ini fakta-fakta terbaru kasus Aulia Kesuma, istri cantik namun berhati sadis yang bakar suami dan anak tirinya hingga tewas.
Aulia Kesuma dan anak kandungnya, Geovanni Kelvin, divonis hukuman mati.
Di Indonesia tata cara eksekusi hukuman terpidana mati adalah dengan cara ditembak mati.
• Kronologi Juragan Toko Elektronik Meninggal di Apartemen Surabaya, Penyebab Terkuak, Ini Evakuasinya
• VIRAL Cewek Muda Misterius Tinggalkan Motor di Kediri, Simpan Tulisan Biasakan Cuci Tangan
• FAKTA TERBARU Video Viral Wanita ini Blak-blakan Selingkuh di Hotel, Ucap Lebih Enak Suami Orang
• Update Rincian Gaji ke-13 PNS TNI-Polri dan Pensiunan, ini Besaran Gaji Polisi dari Tamtama-Jenderal
Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan menjatuhkan vonis pidana mati terhadap dua terdakwa Aulia Kesuma (45) dan anaknya Geovanni Kelvin, otak pembunuhan terhadap ayah dan anak yakni Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54), dan M Adi Pradana alias Dana (23), dalam sidang putusan di PN Jakarta Selatan, Senin (15/6/2020).
Sidang digelar secara teleconference melalui layar protektor.
Aulia merupakan istri muda Pupung dan ibu tiri Dana.
Motif pembunuhan terhadap Pupung dan Dana, diketahui bahwa Aulia ingin menguasai rumah korban.
Sebab Aulia terjerat utang di dua bank hingga Rp 10 Miliar.
Saat putusan dibacakan bergantian oleh majelis hakim, Aulia yang mengenakan jilbab biru, di layar protektor tampak serius mendengarkan.
Begitu juga dengan Geovanni, yang kadang di layar protektor hanya bagian atas kepalanya saja yang ditampakkan.
Aulia dan Geovanni tampak berada di tempat terpisah di layar protektor.
Ketika Ketua Majelis Hakim Yosdi menyatakan bahwa hukuman terhadap keduanya adalah pidana mati, ekspresi wajah Aulia makin lesu dan pasrah.
Ia kemudian mengangkat kedua telapak tangannya dan diusapkan atau ditutupkan ke wajahnya beberapa saat.
Pandangannya semakin kosong.
Satu tangannya kemudian diletakkan di dahinya beberapa saat.
Entah apakah itu tanda ia pasrah atau mencoba berpikir mencari upaya agar lolos dari hukuman mati.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/alasan-tak-terduga-aulia-kesuma-berbubungan-badan-sebelum-bunuh-suami-dan-anak-tirinya.jpg)