Minggu, 19 April 2026

Virus Corona di Surabaya

Update Virus Corona di Surabaya, Hajatan Pernikahan Boleh Digelar Bersyarat, Tamu Harus Taati ini

Setelah PSBB Surabaya berakhir, warga yang ingin menggelar hajatan pernikahan diperbolehkan dengan syarat. BErikut protokol kesehatannya!

Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Musahadah
surya/sugiharto
Pasangan pengantin foto bersama berjarak satu hingga dua meter saat simulasi resepsi pernikahan di Gedung Srijaya Surabaya, Sabtu (13/6/2020). Simulasi pernikahan menggunakan protokol kesehatan yang ketat ini digelar saat masa transisi ini menjelang new normal. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pemkot Surabaya bersama sejumlah pihak merumuskan protokol atau aturan hajatan pernikatan di masa pandemi Covid-19.

Aturan hajatan pernikahan saat virus corona di Surabaya belum reda ini mewajibkan tuan rumah untuk mematuhi protokol kesehatan

Salah satunya mengatur jumlah tamu yang harus diundang hajatan. 

Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Irvan Widyanto mengatakan, rumusan itu berpedoman pada SE Menag tahun 2020 dan Perwali nomor 28 tahun 2020. 

"Tuan rumah hajatan harus mematuhi protokol kesehatan," kata Irvan, Sabtu (13/6/2020). 

Ada belasan ketentuan yang diatur secara rinci, berikut di antaranya: 

1. Lapor Satgas

Jika akan menggelar hajatan di kampung, maka harus melapor terlebih dahulu kepada Satgas di masing-masing RW. Pasalnya, Pemkot sudah membentuk Kampung Wani Jogo Suroboyo dengan adanya Satgas di dalamnya. 

"Artinya harus mendapatkan rekomendasi dari Satgas, kalau itu di kampung. Kalau tidak mendapat rekom harus menerima itu dengan legowo dan menunda dulu," ucap Irvan. 

Menurut Irvan ini penting. Sebab, hal itu berkaitan dengan kawasan-kawasan yang memang dikhawatirkan adanya penularan. Satgas nantinya akan mempertimbangkan betul terkait itu. 

2. Undangan pakai masker, cek suhu hingga tempat cuci tangan 

Selain itu, tuan rumah juga harus memastikan seluruh protokol kesehatan dijalankan dengan optimal.

Undangan harus memakai masker, harus pula dicek suhu tubuhnya, serta juga harus disediakan wastafel cuci tangan yang lengkap dengan sabun cair. 

3. Alur ke luar masuk tamu diatur dan jaga jarak

Tamu undangan memberikan angpau elektronik dengan menyecan barcode menggunakan phoncellnya saat simulasi acara resepsi pernikahan di Gedung Srijaya Surabaya, Sabtu (13/6/2020). Angpau elektronik ini digunakan untuk menghindari sentuhan dengan banyak orang.
Tamu undangan memberikan angpau elektronik dengan menyecan barcode menggunakan phoncellnya saat simulasi acara resepsi pernikahan di Gedung Srijaya Surabaya, Sabtu (13/6/2020). Angpau elektronik ini digunakan untuk menghindari sentuhan dengan banyak orang. (surya/sugiharto)

Kemudian protokol ini juga mengatur alur masuk dan keluar tamu undangan. Yang hadir ke lokasi juga harus dipastikan sehat, tidak sakit seperti demam, batuk maupun pilek dan penyakit lain. 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved