Berita Ponorogo
KABAR GEMBIRA, di Ponorogo Anak Tenaga Medis Bebas Pilih SD hingga SMA/SMK Negeri, Begini Daftarnya
Putra-putri tenaga medis di Ponorogo bebas memilih sekolah di semua jenjang mulai SD hingga SMA/SMK. Siapa saja mereka? Berikut uraiannya!
Penulis: Rahadian Bagus | Editor: Musahadah
SURYA.co.id|PONOGORO - Kabar gembira bagi anaki tenaga medis di Ponorogo, Jawa Timur.
Anak tenaga medis di Ponorogo bebas memilih sekolah di semua jenjang pendidikan mulai SD hingga SMA/SMK.
Hal ini setelah Pemkab Ponorogo memberikan kuota khusus bagi putra-putri tenaga medis untuk jenang SD hingga SMP.
Sebelumnya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa juga sudah membebaskan putra-putri tenaga medis di seluruh Jatim untuk memilih SMA/SMK negeri.
Kepastian kuota khusus bagi putra-putri tenaga medis di Ponorogo diungkapkan Bupati Ipong Muchlissoni.
“Kami memberikan apresiasi dan bentuk terima kasih Pemkab Ponorogo terhadap para tenaga kesehatan. Kami memberikan kuota khusus bagi putra-putri tenaga kesehatan termasuk sopir ambulan yang menangani kasus Covid-19,” ujar Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, Kamis (11/6/2020) malam.
Ipong menuturkan, besaran kuota yang diberikan bagi putra-putri nakes Covid-19 yang bekerja di rumah sakit hingga puskesmas sebanyak satu persen.
Dia berharap pemberian kuota ini, para tenaga kesehatan bisa berkonsentrasi penuh memberikan pelayanan pasien Covid-19.
Ipong memastikan para tenaga kesehatan ini tidak akan berjuang sendiri. Pemerintah bersama seluruh masyarakat Ponorogo selalu memberikan dukungan penuh, dalam upaya pengendalian kasus COVID-19 di Kabupaten Ponorogo.
"Harapannya, para tenaga kesehatan tidak khawatir lantaran putra putrinya yang akan masuk SD/SMP, karena sudah memiliki kuota khusus. Jadi mereka bisa lebih berkonsentrasi menangani pasien Covid-19.
Ipong menambahkan, untuk teknis pelaksanaan akan dibahas dan diumumkan lebih lanjut oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo.
Se-Jatim hanya untuk SMA/SMK
Gubernur Jawa TImur Khofifah Indar Parawansa memastikan anak-anak para tenaga medis atau tenaga kesehatan dibebaskan memilih SMA/SMK negeri di Jatim.
Anak-anak tenaga kesehatan ini tidak hanya dokter atau perawat, tetapi juga tenaga lain yang mendukung penanganan covid-19 seperti petugas ambulans.
Pemprov Jatim memberikan kuota satu persen dari total seluruh kursi SMA/SMK Negeri khusus bagi mereka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/bupati-ponorogo-ipong-muchlissoni.jpg)