Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Entertainment

Telanjur Sebut Tarian Lagu Lathi Syirik Seperti Memanggil Kuntilanak, Tokoh Agama Minta Maaf Terbuka

Sebelumnya, cuitan Wan Dazrin ini membuat marah penggemar lagu Lathi dan Reza Arap, personel grup musik Weird Genius yang menelurkan lagu Lathi

Tayang:
Editor: Musahadah
youtube
Setelah menyebut tarian lagu Lathi adalah budaya jawa syirik untuk memanggil kuntilanak, tokoh agaman di Malaysia ini meminta maaf, Jumat (5/6/2020) 

SURYA.CO.ID, JAKARTA - Telanjur viral menyebut tarian lagu Lathi adalah syirik seperti memanggil kuntilanak, seorang tokoh agama di Malaysia akhirnya meminta maaf. 

Tokoh agama bernama Wan Dazrin itu meminta maaf terbuka melalui cuitan di Twitter, Jumat (5/6/2020). 

Sebelumnya, cuitan Wan Dazrin ini membuat marah penggemar lagu Lathi dan Reza Arap, personel grup musik Weird Genius yang menelurkan lagu Lathi

Reza Arab pun menantang Wan Dazrin untuk membuktikan tudingan tersebut.

Seperti diberitakan, lagu terbaru dari Weird Genius, "Lathi", tengah menjadi perbincangan hangat di dunia maya.

Selain karena adanya #LathiChallenge di platform TikTok, lagu ini juga disebut-sebut sebagai lagu pemanggil setan.

Hal itu disampaikan dalam cuitan seorang tokoh agama asal Malaysia, Wan Dazrin.

Wan Dazrin meminta para followernya berhenti melakukan #LathiChallenge untuk memanggil setan.

"Hentikan ‘#LathiChallenge‘ sekarang juga.

Sesungguhnya tarian-tarian yang kalian lakukan itu sangat merbahaya untuk dijadikan hiburan," tulis Wan Dazrin.

"Ketahuilah kalian tarian itu wujud dari sesetengah budaya Jawa yang syirik & khurafat.

Seperti memanggil Kuntilanak serta Roh Kuda Kepang," lanjut Wan Dazrin.

Tudingan Wan Dazrin langsung mendapat tanggapan dari Reza Oktovian atau Reza Arap, salah satu personel Weird Genius, pemilik lagu "Lathi".

Reza membalas twit Wan Dazrin dengan tantangan untuk membuktikan bahwa lagunya bisa memanggil setan seperti yang dimaksud.

"Buktikan padaku. Jika benar lagu itu bisa memanggil setan apapun, aku akan menghapus lagu tersebut dari semua platform termasuk video musiknya," balas Reza Arap.

"Tapi jika hal itu tidak terbukti, maka Anda harus membuat video permintaan maaf dan berhenti menyebarkan kebohongan tentang lagu kami," lanjut Reza Arap.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved