Breaking News:

Berita Banyuwangi

Banyuwangi Jadikan Spirit Pancasila Sebagai Bekal Hadapi Covid-19

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas menyebut bahwa spirit Pancasila menjadi bekal Pemkab Banyuwangi dalam menghadapi pandemi Covid-19.

ist
Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas turut menjadi narasumber dalam diskusi online memperingati Hari Pancasila. 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Spirit Pancasila menjadi bekal Pemkab Banyuwangi dalam menghadapi pandemi Covid-19. 

"Bung Karno telah menyebutkan jika spirit utama dari Pancasila adalah gotong royong. Diskursus ini telah muncul sejak lama. Namun, tidak semua mengimplementasikannya. Oleh karena itulah kami berusaha untuk melaksanakan spirit Pancasila ini dalam tiap kebijakan. Terutama dalam mengatasi Covid-19 ini," ungkap Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, Minggu (7/6/2020).

Wujud gotong royong tersebut ,kata Anas, dengan menggerakkan seluruh komponen bangsa untuk bahu-membahu mengatasinya. Para pengusaha, ASN, pemuka agama, tokoh masyarakat dan berbagai potensi yang lain.

"Di Banyuwangi, kami tidak hanya melibatkan semua instansi pemerintah dari tingkat kabupaten hingga RT/ RW untuk menjadi garda depan penanganan Covid-19. Namun, juga swasta dan kekuatan lainnya kita ajak kolaborasi," papar Anas.

Peringatan Hari Pancasila pada 6 Juni 2020, Anas turut menjadi narasumber dalam diskusi online memperingati Hari Pancasila.

Ada dua narasumber lainnya yang menjadi pembicara dalam webinar bertajuk "Pancasila dan Gotong Royong Hadapi Covid-19" itu.

Pembicara pertama adalah Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Profesor Hariyono, M.Pd. Lalu, dilanjutkan oleh Direktur Pembudayaan BPIP Irene Cemelyn Sinaga, AP. M.Pd.

Prof. Hariyono menguraikan proses historis lahirnya Pancasila. Menurutnya, selama ini, banyak sejarah dan kandungan Pancasila yang didistorsi. Untuk itu, perlu adanya kembali pelurusan sejarah.

"Pancasila murni adalah gagasan dari Ir. Soekarno yang disampaikan dalam sidang Dokuritsu Junbi Cosakai atau Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 1 Juni 1945. Bukan yang lainnya," tegasnya.

Hariyono juga mengapresiasi langkah-langkah Banyuwangi dalam mewujudkan implementasi Pancasila dalam berbagai kebijakannya. "Dalam pengamatan kami, tidak hanya dalam menangani Covid-19 ini, implementasi Pancasila benar-benar diterapkan. Namun, dalam berbagai kebijakan jauh sebelumnya, hal tersebut juga terlihat jelas," ungkapnya.

Hal yang senada juga disampaikan oleh Irene Cemelyn Sinaga. Keberhasilan Banyuwangi saat ini adalah perwujudan nyata dari gotong royong sebagai spirit utama Pancasila. Seperti halnya, kala membangun pariwisata. "Nyaris semua OPD bergotongroyong untuk mewujudkan hal tersebut. Akhirnya, hasilnya pun terwujud. Banyuwangi yang dulu bukan apa-apa, kini dikenal sebagai daerah wisata di level nasional," ucapnya.

Keberhasilan Banyuwangi dalam bergotong royong membangun wisata tersebut, jadi contoh penting bahwa untuk bisa mengatasi Covid-19 ini, juga perlu gotong royong. "Tidak boleh kita bergerak sendiri-sendiri," katanya.

Penulis: Haorrahman
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved