Berita Surabaya

Tim Dosen ITS Sukses Bikin Aplikasi Pemantauan Covid-19 dan Diterima Jaringan Global

Project yang dirancang selama tiga minggu tim dosen ITS berhasil diterima oleh IEEE SIGHT Special Covid-19 Projects

Surabaya.Tribunnews.com/Sulvi Sofiana
Dr Diana Purwitasari SKom MSc, ketua tim aplikasi tracing Covid-19. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui sebuah tim dosen mengembangkan aplikasi versi mobile yang bekerja sama dengan IEEE SIGHT (Institute of Electrical and Electronics Engineers Special Interest Group on Humanitarian Technology).

Berkat adaptasi ide yang bermanfaat ini, project yang dirancang selama tiga minggu tim dosen ITS berhasil diterima oleh IEEE SIGHT Special Covid-19 Projects, sebuah jaringan global yang bermitra dengan komunitas atau organisasi yang memanfaatkan teknologi untuk penanganan Covid-19.

Tim yang terdiri dari Dr Diana Purwitasari SKom MSc, Prof Dr Ir Mauridhi Hery Purnomo MEng, Dr Umi Laili Yuhana SKom MSc, Dr Berlian Al Kindhi SST MT, Agus Budi Raharjo SKom MKom PhD, Argo Winoto, Vincentius Raki Mahindara ST, Amir Mu’tashim Billah, Ahmad Laroy Bafi, sekelompok tim dosen dan mahasiswa, dan seorang analis Covid-19 berhasil menciptakan project berjudul "Web Based Application for Tracing Covid-19 in East Java Province, Indonesia".

Yakni aplikasi versi mobile yang dipergunakan untuk memantau data pasien Covid-19 beserta visualisasi lokasinya di wilayah Jawa Timur.

Dr Diana Purwitasari SKom MSc yang juga ketua tim menjelaskan, salah satu kekurangan sistem informasi di Indonesia adalah kurangnya data yang saling terintegrasi.

Oleh karenanya, melalui aplikasi ini, Dinas Kesehatan Jawa Timur (Dinkes Jatim) dapat menjalankan fungsi controlling-nya secara optimal.

Nantinya, Dinkes Jatim akan berkoordinasi dengan Dinkes kota serta kabupaten untuk pengumpulan data.

“Namun akses penggunaannya terbatas dulu, tidak semua masyarakat bisa mengakses. Hanya level daerah,” ujar Diana.

Jika aplikasi ini berhasil diimplementasikan, tambah Diana, data yang terkumpul bisa diakses sesegera mungkin, sehingga mempermudah pekerjaan pemerintah.

“Update data bisa lebih cepat, jadi tidak lagi harus menunggu setiap sore untuk update data secara manual seperti sekarang ini,” papar alumnus program master di Saga University, Jepang ini.

Halaman
12
Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved