Virus Corona di Trenggalek

Minimalisir Sebaran Covid-19 Saat Lebaran, Trenggalek Gemakan Gerakan Jaga Orang Tua dan Tutup Pintu

Gugus tugas Pencegahan Covid-19 tingkat desa di Kabupaten Trenggalek punya cara unik untuk meminimalisir risiko penyebaran virus Corona saat lebaran

SURYA.CO.ID/Aflahul Abidin
Desain poster gerakan Tutup Pintu dan Jaga Orang Tua saat Lebaran di salah satu desa di Kabupaten Trenggalek, Sabtu (23/5/2020). 

SURYA.CO.ID, TRENGGALEK - Gugus tugas Pencegahan Covid-19 tingkat desa di Kabupaten Trenggalek punya cara unik untuk meminimalisir risiko penyebaran virus Corona atau Covid-19 saat lebaran.

Beberapa desa menginisiasi gerakan lewat kampanye-kampanye dan jargon agar warganya menghindari kerumunan ketika Lebaran.

Warga pun memasang spanduk dan membuat desain visual untuk disebarkan di dunia maya. Salah satu contohnya, yakni gerakan Tutup Pintu di Desa Sumber, Kecamatan Karangan.

Gugus tugas di desa tersebut memasang spanduk bertuliskan Gerakan Tutup Pintu ketika Lebaran pada Minggu (24/5/2020) besok.

Dalam keterangan di spanduk, desa tersebut akan menutup akses dalam 24 jam saat Lebaran berlangsung.

Contoh lain di Desa Ngerencak, Kecamatan Panggul. Desa tersebut menyebarkan desain visual berisi Jaga Orang Tua.

Dalam desain itu, gugus tugas desa setempat mengimbau agar warga tak meningkatkan risiko para orang tua dan kiai tertular virus Corona karena kunjungan.

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin membenarkan adanya gerakan-gerakan sosial untuk mencegah penyebaran Covid-19 di saat Lebaran.

"Sebenarnya ini kearifan lokal yang dimunculkan satgas gugus tugas di desa. Intinya begini, gugus tugas di tingkat desa dan kabupaten ingin menjaga kesucian Hari Raya Idul Fitri. Jangan sampai menyebabkan pemuncakan ledakan kasus Covid-19 baru," kata Mas Ipin, sapaan akrabnya, Sabtu (23/5/2020).

Gugus tugas penanganan Covid-19 di Trenggalek juga mendorong agar warga menjalankan silaturahmi secara online.

"Saya sowan ke beberapa kiai. Ada kiai yang di depan pondoknya menuliskan nomor telepon. Supaya warga yang ingin sowan bisa lewat telepon saja. Seperti ini contoh-contoh yang saya temui," sambung Mas Ipin.

Gerakan Tutup Pintu dan Menjaga Orang Tua, kata dia, punya makna yang positif di tengah pandemi ini.

"Kalau semua protokol sudah kita pebuhi, risiko bisa kita tekan. Insya Allah makna lebaran tidak hilang dan risiko tertular Covid-19 bisa dihindari," pungkasnya.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved