Komplotan Tukang Gendam, Bermodus Warga Singapura Mau Menyumbang Pesantren

Ada tiga tersangka yang diamankan. Semuanya warga Cianjur berinisial AB (48), NE (40), DE (40).

Komplotan Tukang Gendam, Bermodus Warga Singapura Mau Menyumbang Pesantren
surya/eko darmoko
ilustrasi

SURYA.co.id I BANDUNG - Komplotan tukang gendam yang meresahkan warga Cimahi berhasil diringkus
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Cimahi.

Ada tiga tersangka yang diamankan. Semuanya warga Cianjur berinisial AB (48), NE (40), DE (40).

Mereka biasa melakukan aksi penipuan dengan modus gendam kepada warga. Mereka biasanya berpura-pura sebagai orang warga negara asing (WNA) yang akan menyumbang ke sebuah pesantren.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jabar Kombes Pol Saptono Erlangga menjelaskan bahwa ketiga pelaku ini mengincar korban yang telah melakukan transaksi di bank.

Mereka memang menyasar nasabah bank. Caranya saat korban keluar dari bank, pelaku AB berpura-pura menanyakan alamat sebuah pesantren seakan dirinya bertujuan untuk menyumbang pesantren tersebut.
Peran pelaku AB ini kemudian ditimpali pelaku NE yang berpura-pura mengetahui alamat pesantren tersebut.

NE kemudian mengajak korban dan AB ikut bersama dalam mobil yang dikemudikan pelaku DE. Di dalam mobil, pelaku AB mengaku berasal dari Singapura dan ingin menukar uang dollar menjadi rupiah.

Kemudian pelaku NE berpura-pura tertarik dan berpura-pura menukarkan dolar tersebut di bank yang membuat korban tetarik juga menukarkan uang rupiah miliknya karena akan menguntungkan.

"Setelah berhasil mendapatkan seluruh uang tunai senilai Rp 120 juta dan perhiasan korban senilai Rp 8 juta, korban ditinggalkan oleh kelompok pelaku di minimarket saat mampir untuk membeli makanan dan minuman," kata Erlangga dalam keterangannya, Jumat (22/5/2020).

Selama dua bulan, Unit Resmob Sat Reskrim Polres Cimahi melakukan penyelidikan terhadap diduga pelaku tindak pidana penipuan dengan modus operandi gendam yang mengaku warga negara singapura di wilayah Jawa Barat ini.

Tim akhirnya berhasil mengamankan NE dan kendaraan yang digunakan saat kejadian, dan melakukan pengembangan dan menangkap DE dibelakang rumah NE dan AB di Daerah Karang Tengah, Kabupaten Cianjur.

Menurut Erlangga, pelaku melakukan kejahatan dengan modus yang sama ini di belasan tempat kejadian perkara (TKP) di Jawa Barat, yakni di wilayah Cimahi berjumlah 6 TKP, Wilayah Sumedang 1 TKP, wilayah Garut 2 TKP, wilayah Tasikmalaya 1 TKP, dan wilayah Kabupaten Bandung 1 TKP.

Editor: Suyanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved