Berita Surabaya

Bos Alpines Condotel Ditetapkan Tersangka, Tapi Resmob Polrestabes Tak Menahannya

INM dilaporkan staf legal PT Oase Arta Kapital terkait penggelapan sejumlah uang bernilai lebih dari Rp 4 miliar atas pembelian unit kondotel di Batu.

Polrestabes Surabaya
Gedung Polrestabes Surabaya 

SURYA.co.id | SURABAYA -

Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penipuan dan penggelapan sejumlah uang pembelian Condotel di Batu, Jawa Timur, INM, Bos Alpines Condotel by Artotel tak ditahan penyidik

Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Arief Rizky Wicaksana, mengatakan jika status INM merupakan tersangka sejak 18 Mei 2020 kemarin.

"Sudah jadi tersangka," kata Arief saat dihubungi, Sabtu (23/5/2020).

Meski statusnya sudah dipastikan tersangka, INM tak ditahan oleh kepolisian.

Disinggung terkait perttimbangan tak ditahannya bos properti itu, polisi masih enggan bicara banyak.

"Tidak kami tahan," singkatnya.

Sebelumnya, INM dilaporkan staf legal PT Oase Arta Kapital terkait penggelapan sejumlah uang bernilai lebih dari Rp 4 miliar atas pembelian unit kondotel di wilayah Batu Jatim pada Novemver 2019 lalu.

Setelah uang dicairkan, INM dan stafnya di PT Prima Lima Tiga yang menawarkan 19 unit kondotel kepada korban menjanjikan PPJB di salah satu notaris Surabaya, akhir Desember 2019.

Namun, INM dan stafnya ingkar janji tak mendatangi jadwal PPJB tersebut. Bahkan, nomor telepon INM dan stafnya juga tak dapat dihubungi.

"Sebelum pelaporan kami itu sempat ketemu, mediasi. Namun dari kesepakatan mereka ingkar janji lagi. Akhirnya terpaksa kami laporkan," kata Clarissa Ribka Widayanto.

Setelah diselidiki polisi, ditemukan sertifikat induk objek kondotel itu telah dijaminkan di bank. 

Saat ini, kasus penipuan dan penggelapan dengan modus penjualan unit properti itu masih didalami kepolisian.

Penulis: Firman Rachmanudin
Editor: Anas Miftakhudin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved