Breaking News:

Virus Corona di Jawa Timur

Jumlah Pasien Covid-19 di Jawa Timur Terus Bertambah, Gugus Tugas Jatim : Tidak Ada Klaster Baru

Ada tambahan 92 pasien positif baru di Jawa Timur sehingga total konfirmasi positif Covid-19 di Jawa Timur menyentuh angka 2.372 kasus.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/ahmad zaimul haq
Petugas saat melakukan persiapan pemeriksaan cepat COVID-19 (Rapid Test) pada pedagang di Pasar Genteng, Surabaya, Kamis (14/5/2020). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur kembali mengumumkan penambahan kasus positif Covid-19.

Per Selasa (19/5/3/2020) ada tambahan 92 pasien positif baru di Jawa Timur sehingga total konfirmasi positif Covid-19 di Jawa Timur menyentuh angka 2372 kasus.

Walaupun angka konfirmasi positif Covid-19 terus naik, Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur, Kohar Hari Santoso mengatakan sampai sekarang tidak ada penambahan klaster baru di Jawa Timur.

Jika pun ada tambahan, Kohar mengatakan penambahan tersebut berasal dari klaster yang lama.

"Bukan klaster baru tapi penambahan jumlah kasus di dalam klaster itu," kata Kohar, Selasa (19/5/2020).

"Seperti diketahui (di Jawa Timur) ada klaster pabrik rokok, pondok pesantren, pasar. Kalau jumlah klaster barunya tidak (bertambah)," tambahnya.

Dari data yang terakhir dipaparkan Kohar, ada 57 klaster yang ada di Jawa Timur.

Tiga klaster terbesar merupakan klaster tenaga kesehatan haji Indonesia (TKHI) Sukolilo, Surabaya, lalu Klaster Ponpes Al Fatah Temboro, Magetan, serta klaster pabrik rokok di kawasan Rungkut, Kota Surabaya.

Selain itu ada juga klaster pasar tradisional, mulai Pasar Bojonegoro hingga beberapa pasar di Surabaya seperti Pasar Simo Gunung, Pasar Jojoran, dan Pasar Keputran.

Sebelumnya, Kohar juga pernah memamparkan jika Pasar Keputran Surabaya mempunyai potensi persebaran COVID-19 yang tinggi mengingat pasar ini menjadi sentral jual beli di Jatim.

"Salah satunya adalah pedagang yang terkonfirmasi positif COVID-19 berasal dari Pujon Malang, yang tercatat sebagai kasus 693. Beliau merupakan pengepul di Pasar Pujon, yang sering riwa-riwi ke Pasar Keputran. Beliau terkonfirmasi positif dan kemudian meninggal dunia," ujar Kohar Kamis (14/5/2020).

Selain itu ada juga pedagang sayur asal Jombang yang sering ke Pasar Keputran dan saat ini sudah terkonfirmasi positif Covid-19.

Kemudian ada pedagang sayur dari Krian, yang juga kulakan di Keputran, juga mengalami sakit serta pedang ikan dan pengunjung pasar yang sehari-harinya sebagai ibu rumah tangga juga jatuh sakit.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved